BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Serangga merupakan suatu misteri
penciptaan yang luar biasa. Serangga mempunyai jumlah terbesar dari seluruh
spesies yang ada di bumi ini, mempunyai berbagai macam peranan dan
keberadaannya ada dimana-mana, sehingga menjadikan serangga sangat penting di
ekosistem dan kehidupan manusia (Suheriyanto, 2008)
Hymenoptera adalah
salah satu ordo biologi serangga, yang antara lain terdiri atas tawon, lebah,
dan semut. Nama ini merujuk karena serangga ini memiliki sayap yang bermembran.
Sayap belakang terhubung ke sayap depan oleh sejumlah kait disebut hamuli.
Betinanya khas memiliki ovipositor khusus untuk memasukkan telur ke dalam inang
maupun tempat lain yang tak dapat dijangkau. Ovipositor sering termodifikasi atas
alat penyengat. Yang mudanya berkembang melalui metamorfosis sempurna yakni
memiliki stadium larva seperti cacing dan stadium kepompong yang tak atif
sebelum dewasa.
Holometabola merupakan serangga yang mengalami metamorfosis sempurna.
Tahapan dari daur serangga yang mengalami metamorfosis sempurna adalah telur –
larva – pupa – imago. Larva adalah hewan muda yang bentuk dan sifatnya berbeda
dengan dewasa. Pupa adalah kepompong dimana pada saat itu serangga tidak
melakukan kegiatan, pada saat itu pula terjadi penyempurnaan dan pembentukan
organ. Imago adalah fase dewasa atau faseperkembangbiakan.
Metamorfosis adalah suatu proses perkembangan biologi pada hewan yang
melibatkan perubahan penampilan fisik dan/atau struktur setelah kelahiran atau penetasan.
Perubahan fisik itu terjadi akibat pertumbuhan sel dan differensiasi sel yang
secara radikal berbeda.Serangga yang melakukan holometabolisme melalui fase
larva, kemudian memasuki fase tidak aktif yang disebut pupa, atau chrysalis,
dan akhirnya menjadi dewasa. Holometabolisme juga dikenal dengan metamorfosis
sempurna. Sementara di dalam pupa, serangga akan mengeluarkan cairan
pencernaan, untuk menghancurkan tubuh larva, menyisakan sebagian sel saja.
Sebagian sel itu kemudian akan tumbuh menjadi dewasa menggunakan nutrisi dari
hancuran tubuh larva.
Dari sudut kepentingan manusia, ordo ini
barangkali berguna dari seluruh kelas serangga. Ordo ini mengandung banyak
sekali jenis yang berharga sebagai parasit-parasit atau pemangsa-pemangsa dari
hama-hama serangga, dan ordo itu mengandung penyerbuk-penyerbuk yang paling
penting dari tumbuh-tumbuhan yaitu lebah-lebah. Hymenoptera adalah satu
kelompok yang sangat menarik dalam hal biologi, karena menunjukkan keragaman
yang besar dari kebiasaan-kebiasaan dan kompleksitas kelakuan yang meningkat
dalam hal organisasi sosial dari tabuhan, lebah dan semut-semut (Borror, 1996).
B.
Rumusan Masalah
1.
Sebutkan klasifikasi dari serangga semut rangrang?
2.
Fase dari metamorfosis serangga semut rangrang?
C.
Tujuan
Tujuan dari praktikum tentang
metamorfosis pada serangga yaitu memahami arti, jenis, dan peranan metamorfosis
pada kelansungan hidup serangga. Serta untuk mengetahui tipe-tipe metamorfosis
dari serangga semut rang rang.
BAB
II
TINJAUAN PUSTAKA
Metamorfosis adalah suatu proses biologi
di mana seekor hewan secara fisik mengalami perkembangan biologis setelah
dilahirkan atau menetas yang melibatkan perubahan bentuk atau struktur melalui
pertumbuhan sel dan differensiasi sel. Salah satu hewan yang mengalami
metomorfosis adalah kupu-kupu (Alamendah, 2009).
Metamorfosis biasanya terjadi pada fase yang
berbeda-beda dimulai dari fase larva atau nimfa, kadang-kadang melewati fase
pupa dan berakhir sebagai imago dewasa. Ada dua macam metamorfosis pada serangga,
yaitu hemimetabola dan holometabola. Hemimetabola juga dikenal sebagai
metamorfosis tidak sempurna. Fase spesies yang belum dewasa pada metamorfosis
biasanya disebut larva/nimfa. Tetapi pada metamorfosis kompleks pada kebanyakan
spesies serangga hanya fase pertama yang disebut sebagai larva/nimfa. Pada fase
hemimetabola perkembangan nimfa berlangsung pada fase pertumbuhan berulang dan
eksidis (pertumbuhan kulit), fase ini disebut instar. Pada metamorfosis
sempurna (Holometabola), fase larva sangat berbeda dengan fase dewasa. Serangga
yang mengalami holometabola melalui fase larva kemudian memasuki fase tidak
aktif yang disebuit pupa atau chyrcalis dan akhirnya menjadi dewasa (Imago) (Andi, 2009).
Pengaturan perubahan tubuh metamorfosis
sebagian bersifat progresif dan sebagian bersifat regresif. Progresif terjadi
pada organ yang diperlukan pada kehidupan larva dan tidak diperlukan pada saat
dewasa, sifat ini akan hilang sama sekali. Sedangkan sifat regresif akan
dibentuk sesuai dengan kebutuhan dewasanya (Adnan, 2008).
Menurut Sherwood (2001), ada dua jenis
metamorfosis di antaranya adalah sebagaia berikut:
1.
Metamorfosis tidak sempurna
Biasanya
terjadi pada hewan sejenis serangga. Misalnya capung, belalang, jangkrik dan
serangga-serangga lainnya. Karena hewan tersebut melewati hanya dua tahapan
saja, yaitu dari telur menjadi nimfa kemudian menjadi imago dewasa.
2.
Metamorfosis sempurna
Terjadi
pada katak dan kupu-kupu, artinya pada metamorfosis ini melewati beberapa
tahapan di antaranya fase telur, kemudian menetas dan tidak langsung mirip atau
serupa dengan induknya. Setelah beberapa minggu, barulah menjadi organisme
dewasa yang mirip dengan organisme sebelumnya.
A.
Pengertian
Serangga
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Classis :
Insecta
Ordo : Hymenoptera
Familia :
Formicidae
Genus :
Oecophylla
Species : Oecophylla sp.
Semut adalah serangga eusosial yang
berasal dari keluarga Formisidae, dan semut termasuk dalam ordo Hymenoptera
bersama dengan lebah dan tawon. Semut terbagi atas lebih dari 12.000 kelompok,
dengan perbandingan jumlah yang besar di kawasan tropis. Semut dikenal dengan
koloni dan sarang-sarangnya yang teratur, yang terkadang terdiri dari ribuan
semut per koloni. Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan
ratu semut. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah luas untuk
mendukung kegiatan mereka. Koloni semut kadangkala disebut super organisme
dikarenakan koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan. (Maskoeri, Jasin. 1987)
BAB III
METODOLOGI
A. Waktu
dan Tempat
Praktikum Morfologi Serangga ini
dilakukan pada hari Selasa tanggal 06 Desember 2016 di ruang FKIP Biologi
UNIVERSITAS KAPUAS SINTANG.
B. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu: buku tulis, pensil,
penghapus, kantong plastik, pinset, dan kaca pembesar. Dan bahan yang digunakan
adalah: telur, larva, pupa, dan imago dari semut rang rang.
C. Cara Kerja
1. Siapkan
alat dan bahan praktikum.
2. Letakkan
bahan praktikum di atas meja tepat diatas kertas A4.
3. Susun telur, larva, pupa, dan imago dari semut rang
rang sehingga membentuk susunan metamorfosis sempurna.
4. Amati
dan gambarkan fase-fase susunan metamorfosis sempurna dari semut rang rang tersebut untuk dijadikan laporan sementara.
5. Sudah
selesai praktikum rapikan kembali alat dan bahan serta ruangan.
BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
- Klasifikasi semut rangrang (Oechophylla smaragdina)
Klasifikasi ilmiah dari spesies semut
rangrang adalah sebagai berikut :
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Arthropoda
Kelas:
Insecta
Ordo:
Hymenoptera
Sub ordo :
Apokrita
Sub Famili:
Vespoidea
Famili :
Formicidae
Spesies : Oechophylla
smaragdina
Semut
rangrang (Oecophylla) dicirikan dengan ukuran tubuh yang besar memanjang,
berwarna cokelat kemerahan atau hijau, dan tidak memiliki sengat. Semut ini
merupakan serangga sosial, hidup dalam suatu masyarakat yang disebut koloni.
Semut ini bersifat predator dan
agresif, karena sifatnya ini Oecophylla sering digunakan sebagai agens
pengendali hayati. Sebuah arsip dari Cina bagian selatan memperlihatkan bahwa
sarang semut rangrang dipanen, dijual dan diletakkan di pohon jeruk untuk
memberantas serangga hama sejak lebih dari 1000 tahun yang lalu.
Selain itu semut rangrang dapat mengganggu,
menghalangi atau memangsa berbagai jenis hama seperti kepik hijau, ulat pemakan
daun, dan serangga pemakan buah. Populasi semut rangrang yang tinggi dapat
mengurangi permasalahan hama tungau, pengorok daun dan penyakit greening/ citrus dieback yang ditularkan
melalui kutu loncat pada tanaman jeruk. Kemampuan semut rangrang ini memberikan
peluang besar menjadi musuh alami hama tanaman.
- Fase-fase metamorfosis sempurna pada semut rangrang
Semut rangrang juga mengalami
metamorfosis sempurna yang kami amati pada pengamatan praktikum tersebut
terdiri dari beberapa fase yaitu sebagai berikut :
a.
Fase telur
Dalam kondisi normal, baik lingkungan
tempat tinggal sarang, suhu, intensitas cahaya, maupun ketersediaan makanan
yang cukup, ratu semut rangrang mampu bertelur 240-700 butir per hari.
Berbentuk bulat berkumpul menjadi kumpulan besar. Telur-telur ini akan
didistribusikan keseluruh sarang dalam koloni oleh semut pekerja dengan
menempelkan setiap telur ke dinding sarang.
b.
Fase larva
Pada fase larva ini baru terbentuk bakal
kepala, dan bakal tubuh. Kulit bagian
luar telur spesies oecophylla tidak berupa cangkang atau kepompong seperti
spesies lain, ini dikarenakan semut dewasa memanfaatkanya untuk membuat
jaring-jaring sutera pada sarang koloni. Pada fase larva ini ada 2 jenis larva
yaitu larva ratu agak besar dan larva pekerja memanjang dan kecil.
c.
Fase pupa
Pupa atau kepompong adalah fase
transisi. pada kondisi ini serangga dalam keadaan inaktif (tidak makan).
Kepompong dilindungi oleh rangka luar yang keras disebut dengan kokon. Didalam
kokon, tubuh pupa sangat aktif melakukan metabolisme pembentukan organ-organ
dan bentuk hewan dewasanya. kebutuhan energi mereka diperoleh dari cadangan
makanan dalam tubuh larva. Fase pupa ini hanya akan dijumpai pada serangga atau
hewan yang mengalami metamorfosis sempurna.
d.
Fase imago
Fase akhir yaitu fase imago dimana fase
ini semut rangrang sudah keluar dari
kepompong atau sudah beranjak dewasa. Sudah memiliki sayap dan lengkap dengan organ
lain seperti kepala, mulut, mata, antena, kaki, dada, perut, sayap serta organ
lain . Fase ini sudah mencari makanan sendiri. Pada fase imago ada dua jenis
semut rangrang yaitu imago ratu yang memiliki 2 pasang sayap dan bentuk tubuh
berukuran besar dan semut rangrang pekerja. Semut rangrang pekerja tidak
memiliki sayap seperti semut rangrang ratu.
BAB III
PENUTUP
- Kesimpulan
Ada dua tipe metamorfosis yaitu sempurna
dan metamorfosis tidak sempurna. Contoh metamorfosis sempurna yaitu pada Semut rangrang
mengalami yang terdiri dari beberapa fase yaitu sebagai berikut: fase telur,
larva(larva ratu berukuran besar, dan larva pekerja berukuran kecil), pupa, dan
imago( imago jenis ratu dengan ciri-ciri memiliki sayap, dan berukuran besar.
Sedangkan imago jenis pekerja memiliki ciri-ciri bentuk tubuh berukuran kecil
dan tidak memiliki sayap untuk terbang).
DAFTAR PUSTAKA
Adnan. 2008. Perkembangan Hewan. Badan Penerbit
FMIPA UNM.Makassar.
Borror j,
Donald,1996. Pengenalan Pelajaran Serangga edisi keenam. Gajah
mada university press : Yogyakarta
Hadi, H.
Mochamad, dkk. 2009. Biologi Insekta Entomologi. Graha ilmu. Yogyakarta
Alamendah. 2009. Metamorfosis Kupu-Kupu pada Manusia. metamorfosis-kupu-kupu-pada-manusia,
diakses tanggal 11 Januari 2015.
Suheriyanto,
Dwi, 2008. Ekologi Serangga. UIN Malang Press
Sherwood,
Lauralee. 2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta: Penerbit
Buku Kedokteran EGC.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar