winani.biologi

Jumat, 06 Januari 2017

metamorfosis serangga




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
       Serangga merupakan suatu misteri penciptaan yang luar biasa. Serangga mempunyai jumlah terbesar dari seluruh spesies yang ada di bumi ini, mempunyai berbagai macam peranan dan keberadaannya ada dimana-mana, sehingga menjadikan serangga sangat penting di ekosistem dan kehidupan manusia (Suheriyanto, 2008)
       Hymenoptera adalah salah satu ordo biologi serangga, yang antara lain terdiri atas tawon, lebah, dan semut. Nama ini merujuk karena serangga ini memiliki sayap yang bermembran. Sayap belakang terhubung ke sayap depan oleh sejumlah kait disebut hamuli. Betinanya khas memiliki ovipositor khusus untuk memasukkan telur ke dalam inang maupun tempat lain yang tak dapat dijangkau. Ovipositor sering termodifikasi atas alat penyengat. Yang mudanya berkembang melalui metamorfosis sempurna yakni memiliki stadium larva seperti cacing dan stadium kepompong yang tak atif sebelum dewasa.
       Holometabola merupakan serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Tahapan dari daur serangga yang mengalami metamorfosis sempurna adalah telur – larva – pupa – imago. Larva adalah hewan muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa. Pupa adalah kepompong dimana pada saat itu serangga tidak melakukan kegiatan, pada saat itu pula terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ. Imago adalah fase dewasa atau faseperkembangbiakan.
       Metamorfosis adalah suatu proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan perubahan penampilan fisik dan/atau struktur setelah kelahiran atau penetasan. Perubahan fisik itu terjadi akibat pertumbuhan sel dan differensiasi sel yang secara radikal berbeda.Serangga yang melakukan holometabolisme melalui fase larva, kemudian memasuki fase tidak aktif yang disebut pupa, atau chrysalis, dan akhirnya menjadi dewasa. Holometabolisme juga dikenal dengan metamorfosis sempurna. Sementara di dalam pupa, serangga akan mengeluarkan cairan pencernaan, untuk menghancurkan tubuh larva, menyisakan sebagian sel saja. Sebagian sel itu kemudian akan tumbuh menjadi dewasa menggunakan nutrisi dari hancuran tubuh larva.
       Dari sudut kepentingan manusia, ordo ini barangkali berguna dari seluruh kelas serangga. Ordo ini mengandung banyak sekali jenis yang berharga sebagai parasit-parasit atau pemangsa-pemangsa dari hama-hama serangga, dan ordo itu mengandung penyerbuk-penyerbuk yang paling penting dari tumbuh-tumbuhan yaitu lebah-lebah. Hymenoptera adalah satu kelompok yang sangat menarik dalam hal biologi, karena menunjukkan keragaman yang besar dari kebiasaan-kebiasaan dan kompleksitas kelakuan yang meningkat dalam hal organisasi sosial dari tabuhan, lebah dan semut-semut (Borror, 1996).
B.     Rumusan Masalah
1.      Sebutkan klasifikasi dari serangga semut rangrang?
2.      Fase dari metamorfosis serangga semut rangrang?
C.      Tujuan
       Tujuan dari praktikum tentang metamorfosis pada serangga yaitu memahami arti, jenis, dan peranan metamorfosis pada kelansungan hidup serangga. Serta untuk mengetahui tipe-tipe metamorfosis dari serangga semut rang rang.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
       Metamorfosis adalah suatu proses biologi di mana seekor hewan secara fisik mengalami perkembangan biologis setelah dilahirkan atau menetas yang melibatkan perubahan bentuk atau struktur melalui pertumbuhan sel dan differensiasi sel. Salah satu hewan yang mengalami metomorfosis adalah kupu-kupu (Alamendah, 2009).
       Metamorfosis biasanya terjadi pada fase yang berbeda-beda dimulai dari fase larva atau nimfa, kadang-kadang melewati fase pupa dan berakhir sebagai imago dewasa. Ada dua macam metamorfosis pada serangga, yaitu hemimetabola dan holometabola. Hemimetabola juga dikenal sebagai metamorfosis tidak sempurna. Fase spesies yang belum dewasa pada metamorfosis biasanya disebut larva/nimfa. Tetapi pada metamorfosis kompleks pada kebanyakan spesies serangga hanya fase pertama yang disebut sebagai larva/nimfa. Pada fase hemimetabola perkembangan nimfa berlangsung pada fase pertumbuhan berulang dan eksidis (pertumbuhan kulit), fase ini disebut instar. Pada metamorfosis sempurna (Holometabola), fase larva sangat berbeda dengan fase dewasa. Serangga yang mengalami holometabola melalui fase larva kemudian memasuki fase tidak aktif yang disebuit pupa atau chyrcalis dan akhirnya menjadi dewasa  (Imago) (Andi, 2009).
       Pengaturan perubahan tubuh metamorfosis sebagian bersifat progresif dan sebagian bersifat regresif. Progresif terjadi pada organ yang diperlukan pada kehidupan larva dan tidak diperlukan pada saat dewasa, sifat ini akan hilang sama sekali. Sedangkan sifat regresif akan dibentuk sesuai dengan kebutuhan dewasanya (Adnan, 2008).
       Menurut Sherwood (2001), ada dua jenis metamorfosis di antaranya adalah sebagaia berikut:
1.      Metamorfosis tidak sempurna
       Biasanya terjadi pada hewan sejenis serangga. Misalnya capung, belalang, jangkrik dan serangga-serangga lainnya. Karena hewan tersebut melewati hanya dua tahapan saja, yaitu dari telur menjadi nimfa kemudian menjadi imago dewasa.
2.      Metamorfosis sempurna
       Terjadi pada katak dan kupu-kupu, artinya pada metamorfosis ini melewati beberapa tahapan di antaranya fase telur, kemudian menetas dan tidak langsung mirip atau serupa dengan induknya. Setelah beberapa minggu, barulah menjadi organisme dewasa yang mirip dengan organisme sebelumnya.
A.    Pengertian Serangga
Klasifikasi
Kingdom                    :  Animalia
Phylum                       :  Arthropoda
Classis                        :  Insecta
Ordo                           :  Hymenoptera
Familia                        :  Formicidae
Genus                         :  Oecophylla
Species                       :  Oecophylla sp.
       Semut adalah serangga eusosial yang berasal dari keluarga Formisidae, dan semut termasuk dalam ordo Hymenoptera bersama dengan lebah dan tawon. Semut terbagi atas lebih dari 12.000 kelompok, dengan perbandingan jumlah yang besar di kawasan tropis. Semut dikenal dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur, yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah luas untuk mendukung kegiatan mereka. Koloni semut kadangkala disebut super organisme dikarenakan koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan. (Maskoeri, Jasin. 1987)


BAB III
METODOLOGI

A.     Waktu dan Tempat
       Praktikum Morfologi Serangga ini dilakukan pada hari Selasa tanggal 06 Desember 2016 di ruang FKIP Biologi UNIVERSITAS KAPUAS SINTANG.
B.     Alat dan Bahan
       Alat yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu: buku tulis, pensil, penghapus, kantong plastik, pinset, dan kaca pembesar. Dan bahan yang digunakan adalah: telur, larva, pupa, dan imago dari semut rang rang.
C.    Cara Kerja
1.      Siapkan alat dan bahan praktikum.
2.      Letakkan bahan praktikum di atas meja tepat diatas kertas A4.
3.      Susun  telur, larva, pupa, dan imago dari semut rang rang sehingga membentuk susunan metamorfosis sempurna.
4.      Amati dan gambarkan fase-fase susunan metamorfosis sempurna dari semut rang rang  tersebut untuk dijadikan laporan sementara.
5.      Sudah selesai praktikum rapikan kembali alat dan bahan serta ruangan.



BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
  1. Klasifikasi semut rangrang (Oechophylla smaragdina)
       Klasifikasi ilmiah dari spesies semut rangrang adalah sebagai berikut :
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Hymenoptera
Sub ordo : Apokrita
Sub Famili: Vespoidea
Famili : Formicidae
Spesies : Oechophylla smaragdina
           Semut rangrang (Oecophylla) dicirikan dengan ukuran tubuh yang besar memanjang, berwarna cokelat kemerahan atau hijau, dan tidak memiliki sengat. Semut ini merupakan serangga sosial, hidup dalam suatu masyarakat yang disebut koloni.
Semut ini bersifat predator dan agresif, karena sifatnya ini Oecophylla sering digunakan sebagai agens pengendali hayati. Sebuah arsip dari Cina bagian selatan memperlihatkan bahwa sarang semut rangrang dipanen, dijual dan diletakkan di pohon jeruk untuk memberantas serangga hama sejak lebih dari 1000 tahun yang lalu.
Selain itu semut rangrang dapat mengganggu, menghalangi atau memangsa berbagai jenis hama seperti kepik hijau, ulat pemakan daun, dan serangga pemakan buah. Populasi semut rangrang yang tinggi dapat mengurangi permasalahan hama tungau, pengorok daun dan penyakit greening/ citrus dieback yang ditularkan melalui kutu loncat pada tanaman jeruk. Kemampuan semut rangrang ini memberikan peluang besar menjadi musuh alami hama tanaman.
  1. Fase-fase metamorfosis sempurna pada semut rangrang
       Semut rangrang juga mengalami metamorfosis sempurna yang kami amati pada pengamatan praktikum tersebut terdiri dari beberapa fase yaitu sebagai berikut :
a.       Fase telur
       Dalam kondisi normal, baik lingkungan tempat tinggal sarang, suhu, intensitas cahaya, maupun ketersediaan makanan yang cukup, ratu semut rangrang mampu bertelur 240-700 butir per hari. Berbentuk bulat berkumpul menjadi kumpulan besar. Telur-telur ini akan didistribusikan keseluruh sarang dalam koloni oleh semut pekerja dengan menempelkan setiap telur ke dinding sarang.
b.      Fase larva
       Pada fase larva ini baru terbentuk bakal kepala,  dan bakal tubuh. Kulit bagian luar telur spesies oecophylla tidak berupa cangkang atau kepompong seperti spesies lain, ini dikarenakan semut dewasa memanfaatkanya untuk membuat jaring-jaring sutera pada sarang koloni. Pada fase larva ini ada 2 jenis larva yaitu larva ratu agak besar dan larva pekerja memanjang dan kecil.
c.       Fase pupa
       Pupa atau kepompong adalah fase transisi. pada kondisi ini serangga dalam keadaan inaktif (tidak makan). Kepompong dilindungi oleh rangka luar yang keras disebut dengan kokon. Didalam kokon, tubuh pupa sangat aktif melakukan metabolisme pembentukan organ-organ dan bentuk hewan dewasanya. kebutuhan energi mereka diperoleh dari cadangan makanan dalam tubuh larva. Fase pupa ini hanya akan dijumpai pada serangga atau hewan yang mengalami metamorfosis sempurna.
d.      Fase imago
      Fase akhir yaitu fase imago dimana fase ini  semut rangrang sudah keluar dari kepompong atau sudah beranjak dewasa. Sudah memiliki sayap dan lengkap dengan organ lain seperti kepala, mulut, mata, antena, kaki, dada, perut, sayap serta organ lain . Fase ini sudah mencari makanan sendiri. Pada fase imago ada dua jenis semut rangrang yaitu imago ratu yang memiliki 2 pasang sayap dan bentuk tubuh berukuran besar dan semut rangrang pekerja. Semut rangrang pekerja tidak memiliki sayap seperti semut rangrang ratu.





BAB III
PENUTUP
    1. Kesimpulan
       Ada dua tipe metamorfosis yaitu sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Contoh metamorfosis sempurna yaitu pada Semut rangrang mengalami yang terdiri dari beberapa fase yaitu sebagai berikut: fase telur, larva(larva ratu berukuran besar, dan larva pekerja berukuran kecil), pupa, dan imago( imago jenis ratu dengan ciri-ciri memiliki sayap, dan berukuran besar. Sedangkan imago jenis pekerja memiliki ciri-ciri bentuk tubuh berukuran kecil dan tidak memiliki sayap untuk terbang).



DAFTAR PUSTAKA
Adnan. 2008. Perkembangan Hewan. Badan Penerbit FMIPA UNM.Makassar.

Borror j, Donald,1996. Pengenalan Pelajaran Serangga edisi keenam.  Gajah mada university press : Yogyakarta
Hadi, H. Mochamad, dkk. 2009. Biologi Insekta Entomologi. Graha ilmu. Yogyakarta
Alamendah. 2009. Metamorfosis Kupu-Kupu pada Manusia. metamorfosis-kupu-kupu-pada-manusia, diakses tanggal 11 Januari 2015.
Suheriyanto, Dwi, 2008. Ekologi Serangga. UIN Malang Press
Sherwood, Lauralee. 2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar