BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Serangga adalah binatang terbanyak di dunia. Serangga mempuyai nama lain
insekta dan hexapoda. Kata insekta atau insect berasal dari kata insecare. Kata
tersebut mengandung dua arti, yaitu in berarti “menjadi” dan secare berarti
“memotong” atau “membagi”. Jadi, insekta berarti binatang yang mempunyai tubuh
terbagi-bagi atau bersegmen-segmen. Sedangkan hexapoda terdiri dari dua kata
hexa dan poda. Hexa mempunyai arti “enam” dan poda mempunyai arti “kaki” sehingga
hexapoda berarti binatang berkaki enam. Golongan binatang
secara berurutan akan
terdiri atas beberapa phyila, satu
phyila terdiri atas
beberapa klas, demikian seterusnya
yang berarti jumlahnya
akan terus meningkat
dalam setiap kelompok. Kelompok spesies/ jenis terdiri
atas sekitar satu juta nama. Kajian mengenai peri kehidupan serangga
disebut entomologi Serangga termasuk dalam kelas insekta (subfilum Uniramia)
yang dibagi lagi menjadi 29 ordo, antara lain Diptera (misalnya lalat),
Coleoptera (misalnya kumbang), Hymenoptera (misalnya semut, lebah, dan
tabuhan), dan Lepidoptera (misalnya kupu-kupu dan ngengat). Kelompok Apterigota
terdiri dari 4 ordo karena semua serangga dewasanya tidak memiliki sayap, dan
25 ordo lainnya termasuk dalam kelompok Pterigota karena memiliki sayap.
Serangga di bidang pertanian banyak dikenal sebagai hama. Sebagian bersifat
sebagai predator, parasitoid, atau musuh alami. Kebanyakan spesies serangga
bermanfaat bagi manusia. Sebanyak 1.413.000 spesies telah berhasil
diidentifikasi dan dikenal, lebih dari 7.000 spesies baru di temukan hampir
setiap tahun. Karena alasan ini membuat serangga berhasil dalam mempertahankan
keberlangsungan hidupnya pada habitat yang bervariasi, kapasitas reproduksi
yang tinggi, kemempuan memakan jenis makanan yang berbeda, dan kemampuan
menyelamatkan diri dari musuhnya (Pracaya, 2004).
Serangga (disebut pula insecta) adalah kelompok utama dari hewan beruas
(Arthropoda) yang berkaki enam (tiga pasang); karena itulah mereka disebut pula Hexapoda Serangga ditemukan di hampir
semua lingkungan kecuali di lautan. Keluarga besar serangga (Insecta) dikelompokan
kedalam 28 ordo yang masing-masing ordo memiliki ciri-ciri unik yang membedakan
antar mereka, kelas (class) insecta terbagi menjadi dua subkelas (subclass)
berdasarkan keberadaan organ sayap yang memiliki, yaitu subkelas Apterygota bagi
serangga yang tidak memiliki sayap dan subkelas Apterygota bagi serangga.
serangga yang memiliki sayap. Insekta atau serangga mempunyai spesies
yang paling banyak jumlahnya di antara semua hewan. Jumlah spesies Insecta
dapat mencapai 675.000 spesies. Hewan ini dapat hidup di dalam tanah, di darat,
di udara, di air tawar atau sebagai
parasit pada tubuh makhluk hidup lain. Secara morfologi, tubuh serangga
dewasa dapat dibedakan menjadi tiga
bagian utama. Ketiga bagian tubuh serangga dewasa adalah kepala(caput),
dada (thorax), dan perut (abdomen). Caput merupakan sebuah konstruksi yang
padat dan keras dan terdapat beberapa suture yang menurut teori evolusi caput
tersebut terdiri dari empat ruas yang mengalami penyatuan. Torak terdiri dari
tiga ruas yang jelas terlihat, sedangkan abdomen terdiri dari kurang lebih 9
ruas.
1.2. Tujuan
Tujuan pada praktikum ini adalah untuk memahami dan mengetahui morfologi
serangga secara umum dan secara khusus pada serangga yang dapat digunakan
sebagai pembeda ordo.
BAB
II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian serangga
Serangga (disebut pula Insecta) adalah kelompok
utama dari hewan
beruas (Arthropoda) yang bertungkai
enam (tiga pasang) karena itulah
mereka disebut pula
Hexapoda (dari bahasa Yunani
yang berarti “berkaki enam”). Serangga termasuk
kedalam kelas insekta (subfilum Uniramia) yang dibagi
lagi menjadi 29 ordo, antara lain
Diptera (misalnya lalat),
Coleoptera (misalnya kumbang),
Hymenoptera (misalnya semut, lebah
dan tabuhan) dan memiliki
sayap. Serangga merupakan hewan
beruas dengan tingkat
adaptasi yang sangat
tinggi. ukuran serangga relatif
kecil dan pertama
kali sukses berkolonisasi
di bumi (Pracaya, 2004).
2.2 Pembagian Kelompok Serangga
Serangga
atau insekta dikelompokkan menjadi dua sub kelas yaitu insekta tidak bersayap,
Insekta ini dikelompokkan dalam sub kelas Apterygota dan insekta bersayap
dikelompokkan dalam sub kelas Pterygota. (Rioardi, 2009)
Berdasarkan ordonya serangga dapat
dibedakan menjadi beberapa Ordo, yaiyu sebagai berikut:
- Ordo Hemiptera (bangsa kepik) Ordo ini memiliki anggota yang sangat besar serta sebagian besar anggotanya bertindak sebagai pemakan tumbuhan (baik nimfa maupun imago). Namun beberapa di antaranya ada yang bersifat predator yang mingisap cairan tubuh serangga lain. Umumnya memiliki sayap dua pasang (beberapa spesies ada yang tidak bersayap). Sayap depan menebal pada bagian pangkal (basal) dan pada bagian ujung membranus. Bentuk sayap tersebut disebut Hemelytra. Sayap belakang membranus dan sedikit lebih pendek daripada sayap depan. Pada bagian kepala dijumpai adanya sepasang antene, mata facet dan occeli. Tipe alat mulut pencucuk pengisap yang terdiri atas moncong (rostum) dan dilengkapi dengan alat pencucuk dan pengisap berupa stylet. Pada ordo Hemiptera, rostum tersebut muncul pada bagian anterior kepala (bagian ujung). Rostum tersebut beruas-ruas memanjang yang membungkus stylet. Pada alat mulut ini terbentuk dua saluran, yakni saluran makanan dan saluran ludah.
- Ordo Lepidoptera (bangsa kupu/ngengat) Dari ordo ini, hanya stadium larva (ulat) saja yang berpotensi sebagai hama, namun beberapa diantaranya ada yang predator. Serangga dewasa umumnya sebagai pemakan/pengisap madu atau nektar. Sayap terdiri dari dua pasang, membranus dan tertutup oleh sisik-sisik yang berwarna-warni. Pada kepala dijumpai adanya alat mulut seranga bertipe pengisap, sedang larvanya memiliki tipe penggigit. Pada serangga dewasa, alat mulut berupa tabung yang disebut proboscis, palpus maxillaris dan mandibula biasanya mereduksi, tetapi palpus labialis berkembang sempurna.
- Ordo Diptera (bangsa lalat, nyamuk) Serangga anggota ordo Diptera meliputi serangga pemakan tumbuhan, pengisap darah, predator dan parasitoid. Serangga dewasa hanya memiliki satu pasang sayap di depan, sedang sayap belakang mereduksi menjadi alat keseimbangan berbentuk gada dan disebut halter. Pada kepalanya juga dijumpai adanya antene dan mata facet. Tipe alat mulut bervariasi, tergantung sub ordonya, tetapi umumnya memiliki tipe penjilat-pengisap, pengisap, atau pencucuk pengisap.
- Ordo Hymenoptera (bangsa tawon, tabuhan, semut) Kebanyakan dari anggotanya bertindak sebagai predator/parasitoid pada serangga lain dan sebagian yang lain sebagai penyerbuk. Sayap terdiri dari dua pasang dan membranus. Sayap depan umumnya lebih besar daripada sayap belakang. Pada kepala dijumpai adanya antene (sepasang), mata facet dan occelli. Tipe alat mulut penggigit atau penggigit-pengisap yang dilengkapi flabellum sebagai alat pengisapnya.
2.3 Morfologi Serangga
Serangga merupakan kelompok terbesar di dunia sehingga perlu dibahas
terlebih dahulu secara umum, baik morfologi, pernapasan, perlindungan diri,
makanan dan pencernaan, perkembangbiakan, dan pengelompokannya. Tujuannya untuk
memudahkan dalam pengendalianya karena ada serangga yang berguna untuk manusia.
Namun, banyak juga serangga yang menjadi hama dan merugikan manusia. Ukuran
serangga beragam. Yang terkecil ukurannya kurang dari 0,25 mm, sedangkan yang
terbesar mencapai 15-25 cm. berat rata-rata serangga tidak lebih dari 5,72 mg.
sebagai contoh, berat lalat sekitar15-30 mg. sementara itu, berat rata-rata
ulat dewasa 3,5 g.
Toraks adalah bagian yang menghubungkan antara caput dan abdomen. Pada
dasarnya tiap ruas toraks pada serangga dapat dibagi menjadi tiga bagian,
yaitu:
a. Prothorax : bagian depan dari thoraks
dan sebagai tempat atau dudukan bagi sepasang tungkai depan.
b. Mesothorax : bagian tengah dari
thorax dan sebagai tempat atau dudukan bagi sepasang tungkai tengah dan
sepasang sayap depan.
c. Metathorax : bagian belakang dari
thorax dan sebagai tempat atau dudukan bagi sepasang tungkai belakang dan
sepasang sayap belakang (Pracaya, 2004).
Karena pada torak terdapat tiga pasang
kaki dan dua atau satu pasang sayap (kecuali ordo Thysanura tidak bersayap).
Torak bagian dorsal disebut notum (Pracaya, 2004).
Abdomen serangga merupakan bagian tubuh yang memuat alat pencernaan,
ekskresi, dan reproduksi. Abdomen serangga terdiri dari beberapa ruas,
rata-rata 9-10 ruas. Bagian dorsal dan ventral mengalami sklerotisasi sedangkan
bagian yang menghubungkannya berupa membran. Bagian dorsal yang mengalami
sklerotisasi disebut tergit, bagian ventral disebut sternit, dan bagian ventral
berupa membran disebut pleura. Perkembangan evolusi serangga menunjukkan adanya
tanda-tanda bahwa evolusi menuju kepengurangan banyaknya ruas abdomen. Serangga
betina dewasa yang tergolong apterygota, seperti Thysanura, memiliki ovipositor
yang primitive dimana bentuknya terdiri dari dua pasang embelan yang terdapat
pada bagian bawah ruas abdomen kedelapan dan kesembilan. Sesungguhnya, terdapat
sejumlah serangga yang tidak memiliki ovipositor, dengan demikian serangga ini
menggunakan cara lain untuk meletakkan telurnya. Jenis serangga tersebut
terdapat dalam ordo Thysanoptera, Mecoptera, Lepidoptera, Coleoptera, dan
Diptera. Serangga ini biasanya akan menggunakan abdomennya sebagai ovipositor.
Beberapa spesies serangga dapat memanfaatkan abdomennya yang menyerupai
teleskop sewaktu meletakkan telur-telurnya (Jumar, 2000).
Tubuh
serangga terdiri dari 3 bagian, yaitu :
a. Kepala
serangga terdiri dari 6 ruas (segmen). Di kepala tersebut terdapat mata,
antena, dan mulut. Masing-masing penjelasannya sebagai berikut.
1) Satu
pasang mata majemuk yang terletak di kiri-kanan kepala. Mata majemuk terdiri
dari beberapa puluhan atau ratusan bahakan ribuan kesatuan mata faset menyerupai
lensa yang berbentuk heksogonal, tergantung dari jenis serangga. Serangga yang
belum dewasa (larva atau nimfa) maupun yang telah dewasa terdapat mata ocellus
(mata sedarhana). Mata ini berukuran kecil.
2) Satu pasang antenna sebagai alat perasa. Dengan
antenna, serangga dapat mengetahui keberadaan makanan, arah perjalanan,
jodoh, bahaya, dan dapat mengedakan
hubungan dengan sesamanya.
3) Mulut,
ada beberapa macam mulut serangga menurut kegunaannya, yaitu:
a) Sebagai alat untuk menggigit atau menguyah. Mulut
tersebut berfungsi agar bagian tanaman
yang telah dikunya dapat terus ditelan. Mulut jenis ini terdapat pada ulat,
jangkrik, dan belalang. Serangga yang memiliki mulut ini disebut serangga
pengunyah atau pemamah.
b) Sebagai
alat untuk menyerap (absorb) Mulut jenis ini terdapat pada lalat rumah.
c) Sebagai
alat untuk menusuk dan mengisap cairan tanaman. Alat sapi, kupu-kupu penusuk
buah, dan thrips.
d) Sebagai
alat pengisap. Jenis mulut pengisap terdapat padakupu-kupu pengisap madu.
b. Dada
(thorax) Dada merupakan tempat meletaknya (bersambungnya) kaki dan sayap. Dada
serangga terdiri dari: prothorax, Mesothorax, dan metathorax. Setiap ruas dada
serangga terdapat sepasang kaki. Namun, ada serangga muda yang sama sekali
tidak memiliki kaki. Di lain pihak, ada pula seranggayang dalam tingkatan muda
sudah punya 3 pasang kaki pada dadanya, bahkan ada tambahan 2-8 psang kaki yang
lunak pada bagian perut. Kaki-kaki lunak tersebut disebut kaki semu. Kaki-kaki
tersebut akan hilang setelah dewasa, misalnya pada ulat (caterpillar ).
Serangga adalah binatang tidak bertulang
belakang yang mempunyai sayap jumlah sayapnya bermacam-macam. Tidak ada
serangga yang mempunyai sayap lebih dari dua pasang (empat sayap). Beberapa
serangga hanya mempunyai sepasang sayap, misalnya lalat. Sering kali ada jenis
serangga yang salah satu jenis kelaminnya mempunyai sayap.
c. Perut
(abdomen) Perut serangga terdiri dari 11 atau 12 ruas. Perut tidak mempunyai
kaki seperti pada bagian dada. Ruas perut yang terakhir (ke-11) terdapat
tambahan ruas yang disebut cercus (kata jamak cerci). Wujudnya berupa sepasang
ruas yang sedarhana, menyerupai antenna. Cercus yang sangat panjang menyerupai ekor. Cercus yang panjang jumlahnya 2 atau 3, misalnya pada
lalat sehari ( Ephemera varia Eaton). Ada pula cercus yang berbentuk seperti catut (kakatau), misalnya
pada cocopet (Dermaptera). Segmen perut yang ke-12 disebut telso atau
periproct. Segmen tersebut tidak pernah ada tambahan (appendages). Pada telson
terdapat lubang untuk buang kotoran (anus). Alat reproduksi betina terletak di
antara ruas ketujuh dan kedelapan pada batas belakang ruang perut yang
kesembilan yang terletak pada permukaan bawah (ventral). (Pracaya, 2008)
BAB
III
METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum Morfologi Serangga ini dilakukan pada hari Jumat tanggal 10
November 2016 di ruang FKIP Biologi UNIVERSITAS KAPUAS SINTANG.
3.2 Alat
Alat yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu: buku tulis, bolpoin,
penghapus, kantong plastik, alkohol70% jarum suntik, dan kaca pembesar.
3.3 Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum berikut ini adalah seperti sebagai
berikut yaitu: kepik, kupu-kupu, lalat, lebah, dan walang sangit.
3.4. Cara Kerja
1.
Siapkan alat dan bahan praktikum.
2.
Letakkan bahan praktikum di atas meja,
sebelum di keluarkan dari kantong, bahan tersebut di semprot dengan alkohol 70%
yang telah di siapkan.
3.
Suntik bahan sampai mati kemudian amati
morfologi seperti kepala, dada, perut,
dan sayap.
4.
Atur
posisi bahan praktikum seperti lalat, kupu-kupu, lebah dan walang sangit hingga
tampak bagian-bagian tubuhnya secara menyeluruh dan foto dari lateral dan catat
di buku.
- Atur posisi kepik, kupu-kupu, lalat, lebah, dan walang sangit hingga tampak bagian-bagian tubuhnya secara menyeluruh. Kemudian foto dari bagian dorsal dan catat di buku.
- Sudah selesai praktikum rapikan kembali alat dan bahan serta ruangan.
BAB
IV
HASIL DAN
PEMBAHASAN
4.1
Hasil
a. gambar Kepik
|
|
|
|
|
|





Keterangan:
- Antena
- Kepala
- Dada
- Kaki
- Perut
- Sayap
Klasifikasi:
Kerajaan : Animalia
Filum : Arthopoda
Kelas : Insecta
Order : Coleoptera
Keluarga : Coccinellidae
Genus : Hippodamia
Spesies : Convergens
4.2 Pembahasan
Pada bagian tubuh kepiq terdapat tiaga
bagian yaitu bagian caput (kepala), thorak (dada), abdomen (perut). pada bagian
kepala (caput) terdapat alat tambahan seperti satu pasang mata,satu pasang
antena dan memiliki mulut. Pada bagian dada (thorak) terdapat alat tambahan
seperti dua pasang sayap dan memilki tiga pasang kaki.
Struktur mulutnya yang berbentuk seperti
jarum. Sayap depan yang bagian pangkalnya keras seperti kulit, namun bagian
belakangnya tipis seperti membran. Bagian yang beruas dari proboscis itu adalah
labium, yang bertindak sebagai suatu selubung bagi empat stilet penusuk (dua
mandibel dan dua maksilae). Maksilae bersama-sama cocok di dalam proboscis
membentuk dua saluran, sebuah saluran makanan dan sebuah saluran air liur.Tidak
ada palpus, walaupun struktur kecil seperti bergelambir yang jelas pada
proboscis dari beberapa kepik akuatik yangdiperkirakan beberapa ahli sebagai
palpus.
kepik adalah contoh serangga dengan daur
hidup metamorfosis tidak sempurna. Pada metamorfosis ini, telur akan menetas
menjadi anakan yang bentuknya sudah menyerupai serangga dewasa, hanya sayap dan
alat kelaminnya belum sempurna. Serangga ini dinamakan nimfa. Nimfa akan
mengalami beberapa kali ganti kulit, pada ganti kulit terakhir akan keluar
serangga dewasa yang memiliki sayap dan alat kelamin sempurna.
b. gambar Lalat
|

|
|
|
|
|
|
|


Keterangan:
1. kepala
2. Satu
pasang mata
3. Satu
pasang antena
4. Mulut
5. dada
6. Sepasang
kaki
7. Sepasang
sayap
8. Abdomen
Klasifikasi:
Kingdom :
Animalia
Sub
kingdom : Invertebrata
Filum :
Arthropoda
Kelas :
Insecta
Ordo : Diptera
Familia :
Muscidae
Genus
:
Musca
Spesies :
Musca domestica
Pembahasan
Pada lalat
terdapat tiga bagian tubuh yaitu bagian caput,
thorak,dan abdomen.
Pada bagian caput (kepala)
terdapat berbagai alat alat tambahan seperti memiliki satu pasang mata
dan ada juga mejemuk,
memiliki antena dan
memiliki bentuk mulut penjilat. Ada sepasang sayap pada bagian thorak (dada). Terdapat alat tambahan seperti Prothoraks (bagian
depan), terdapat sepasang kaki jalan, Mesothoraks
(bagian tengah), terdapat sepasang kaki jalan dan, Metathoraks
(bagian belakang), terdapat sepasang kaki jalan.
Pada bagian abdomen (perut)
terdapat 5-9 ruas tubuh. Lalat memiliki Krakteristik seperti pada berikut:
1.
ukuran
tubuh hampir sama dengan Musca domestica.
2.
memiliki
warna tubuh hitam sampai kecoklatan dan mata berwarna mengkilap
3.
Ukuran
dewasa 7-8 mm dengan 4 dorsal garis-garis hitam membujur di dada, 2 garis-garis
tengah dipisahkan oleh daerah terkemuka dan perut pucat dengan daerah gelap
hampir bulat.
4.
Kepalanya
dengan belalai / puncak keras, ditarik, diproyeksikan ke depan dari bagian
bawah kepala.
5.
Tipe
mulutnya menghisap, yang digunakan untuk menghisap darah pada hewan ternak.
c. Gambar
kupu-kupu

Keterangan:
1. Kepala
2. dada
3. Satu
pasang mata
4. Sepasang
sayap
5. Mulut
6. 2
pasang kaki
7. Abdomen
Klasifikasi:
Filum : Arthropoda Latreille
Kelas : Insecta Linnaeus
Ordo : Lepidotera Linnaeus
Famili : Nymphalidae Rafinesque
Genus : Hypolimnas Hübner
Spesies : Hypolimnas bolina
Pembahasan
Pada bagian tubuh kupu-kupu terdapat tiga bagian yaitu bagian
kepala(caput),dada(thorak),abdomen(perut). Pada bagian kepala terdapat beberapa
alat bantuan seperti memiliki satu pasang antenna digunakan untuk
indera penciuman dan keseimbangan. Kupu-kupu memiliki dua antenna dengan
sedikit bola bundar di ujungnya. Senyawa mata, mata majemuk kupu-kupu terdiri
dari banyak lensa hexagonal seperti mata majemuk serangga lainnya. Kepala
adalah bagian dari serangga yang berisi otak,, dua mata majemuk, belalai dan faring
(awal sistem pencernaan). Dua
antennanya melekat pada kepala. sepasang mata, dan memiliki tipe
mulut penghisap. Pada bagian dada terdapat dua pasang kaki yang digunakan untuk
merayap dan memiliki satu pasang sayap yang dugunakan untuk terbang. Dan pada
bagian abdomen terdapat 6 ruas. Serangga
umumnya berkembang biak dengan bertelur, yang diletakkan satu- satu maupun
berkelompok, atau telur-telurnya diletakkan dalam suatu kotak bernama ooteka
(contoh pada lipas dan belalang sembah). Serangga betina umumnya dilengkapi
dengan ovipositor yaitu alat untuk meletakkan telur. Dari telur akan menetas
menjadi larva, yang bentuknya sangat berbeda dengan serangga dewasa. Setelah beberapa kali ganti kulit, larva akan
berubah menjadi kepompong yang kemudian keluar sebagai serangga dewasa yang
sempurna. Daur hidup yang melalui tahapan kepompong disebut metamorfosis
sempurna. Kupu-kupu, lalat, dan kumbang adalah serangga yang mengalami
metamorfosis sempurna.
Kupu-kupu dewasa siap menghisap nektar
dan cairan lainnya menggunakan spiral, belalai jerami seperti yang terletak di
kepala mereka. Bila tidak digunakan, belalai yang melingkar seperti pipa selang
taman. Kaki dan sayap melekat pada perut
tulang kering. Tulang kering adalah
lebih besar dari dua tulang di kaki dibawah lutut dalam vertebrata. Tarsus adalah kompleks kaki terhubung pada
akhirtulang kering. Femur adalah tulang paha. Perut adalah area ekor
tersegmentasi dari serangga yang berisi organ-organ vital seperti jantung,
tabulus malphigi, organ reproduksi dan sebagian besar sistem pencernaan. Sayap
belakang adalah dua sayap yang lebih rendah. Sayap depan adalah dua sayap atas.
Outer margin adalah bagian luar dari sayap. Margin pesisir memproyeksikan garis di sisi sayap kupu-kupu.
Saraf memproyeksikan garis pada sayap. Sel adalah bagian dari sayap
kupu-kupu digariskan oleh vena sayap.
d. Gambar
walang sanget

Keterangan:
1. kepala
2. mata
3. sepasang
antena
4. mulut
5. dada
6. 2
pasang kaki
7. Satu
pasang sayap
8. Abdomen
Klasifikasi:
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Hemiptera
Famili : Alydidae
Genus : Leptocorixa
Spesies : Acuta
Author : Thunberg
Pembahasan
Pada tubuh walang sanget ini terdapat tiga bagian yaitu bagian kepal
(caput),
dada
(thorak)
dan perut
(abdomen) pada ketiga bagian
tersebut terdapat alat tambahan yang berbeda,
yaitu
Pada bagian kepala
terdapat satu pasang mata,
satu pasang antena dan
memiliki tipe mulut penusuk dan penghisap.
Pada bagian dada
(thorak)
memililki tiga pasang
tungkai, serta memiliki tiga ruas pada kaki dan Serangga
ini memiliki sayap depan yang keras, tebal dan tanpa vena. Sayap belakang
bertipe membranus dan terlipat dibawah sayap dengan saat serangga istirahat.
Tipe alat mulut yaitu penusuk penghisap dengan kemampuan mandibular berkembang
dengan baik dalam bentuk parus yang biasanya beruas, dan ramping yang timbul di
bagian depan kepala dan umumnya menjulur ke belakang sepanjang sisi ventral
tubuh, kadang-kadang tepat di belakang dasar-dasar tungkai belakang. Bagian
yang beruas dari mulut atau proborcis adalah labium yang bertindak sebagai
suatu selubung bagi empat stilet penusuk yaitu dua mandibula dan dua maxilla.
e.
Gambar
lebah

Keterangan :
1.
satu
pasang mata
2.
satu
pasang antena
3.
mulut
4.
sepasang
sayap
5.
tungkai
depan
6.
tunkai
belakang
7.
abdomen
Klasifikasi
:
Kingdom :Animalia
Sub kingdom :Invertebrata
Filum :Arthropoda
Kelas :Insecta
Ordo :Hymenoptera
Familia :Apidae
Genus :Apis
Spesies :Apisindica
Pembahasan
Pada bagian tubuh lebah terdapat
tiga bagian yaitu bagian yaitu bagian kepala ,dada, perut,pada tiga bagian tersebut terdapat
alat tambahan yang berbeda. Pada bagian kepala tertdapat satu pasang mata,satu
pasang antena dan memilki tipe mulut penghisap.
Pada bagian dada terdapat
satu pasang sayap,dan memiliki sepasang kaki yang digunakan untuk merayap pada
kaki lebah terdapat 3 pasang ruasa. Pada bagian dada terdapat terdapat anus pada bagian
ujujung abdomen.
BAB V
PENUTUP
5.1
Simpulan
Serangga dibagi menjadi beberapa ordo,
antara lain: Ordo Orthoptera (bangsa belalang), Ordo Hemiptera (bangsa kepik),
Ordo Homoptera (wereng, dan kutu), Ordo Lepidoptera (bangsa kupu/ngengat), Ordo
Diptera (bangsa lalat, nyamuk), Ordo Hymenoptera (bangsa tawon, tabuhan,
semut), dan Ordo Odonata (bangsa Capung) - Secara umum bagian tubuh serangga
berbagi menjadi 3 (tiga), yaitu kepala (head), dada (thorax), dan perut
(abdomen). - Ciri-ciri umum serrangga adalah memiliki 2 pasang sayap yang di
sayap pertama keras dan lapisan sayap ke dua membran(lembut), 3 pasang kaki di
bagian dada (thorax), dan memiliki sepang antenna di kepala.
DAFTAR
PUSTAKA
Borror, dkk. 1992.Pengenalan Pelajaran Serangga. Gajah Mada University Press.Yogyakarta
Jumar. 2000. Entomologi Pertanian. Rineka Cipta. Jakarta.
Prabowo T. 2002. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Yogyakarta:
Kanisius. Pracaya. 2008. Hama Penyakit Tanaman (Edisi Revisi). Jakarta: Penebar Swadaya.
T. Sembel Dantje. 2012. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Penerbit Andi, Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar