winani.biologi

Jumat, 06 Januari 2017

laporan entomologi



BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
       Serangga adalah binatang terbanyak di dunia. Serangga mempuyai nama lain insekta dan hexapoda. Kata insekta atau insect berasal dari kata insecare. Kata tersebut mengandung dua arti, yaitu in berarti “menjadi” dan secare berarti “memotong” atau “membagi”. Jadi, insekta berarti binatang yang mempunyai tubuh terbagi-bagi atau bersegmen-segmen. Sedangkan hexapoda terdiri dari dua kata hexa dan poda. Hexa mempunyai arti “enam” dan poda mempunyai arti “kaki” sehingga hexapoda berarti binatang berkaki enam. Golongan  binatang  secara  berurutan  akan  terdiri  atas beberapa  phyila, satu  phyila  terdiri  atas  beberapa  klas, demikian  seterusnya  yang  berarti  jumlahnya  akan  terus  meningkat  dalam  setiap  kelompok. Kelompok  spesies/ jenis  terdiri  atas  sekitar satu juta  nama. Kajian mengenai peri kehidupan serangga disebut entomologi Serangga termasuk dalam kelas insekta (subfilum Uniramia) yang dibagi lagi menjadi 29 ordo, antara lain Diptera (misalnya lalat), Coleoptera (misalnya kumbang), Hymenoptera (misalnya semut, lebah, dan tabuhan), dan Lepidoptera (misalnya kupu-kupu dan ngengat). Kelompok Apterigota terdiri dari 4 ordo karena semua serangga dewasanya tidak memiliki sayap, dan 25 ordo lainnya termasuk dalam kelompok Pterigota karena memiliki sayap. Serangga di bidang pertanian banyak dikenal sebagai hama. Sebagian bersifat sebagai predator, parasitoid, atau musuh alami. Kebanyakan spesies serangga bermanfaat bagi manusia. Sebanyak 1.413.000 spesies telah berhasil diidentifikasi dan dikenal, lebih dari 7.000 spesies baru di temukan hampir setiap tahun. Karena alasan ini membuat serangga berhasil dalam mempertahankan keberlangsungan hidupnya pada habitat yang bervariasi, kapasitas reproduksi yang tinggi, kemempuan memakan jenis makanan yang berbeda, dan kemampuan menyelamatkan diri dari musuhnya (Pracaya, 2004).  
       Serangga (disebut pula insecta) adalah kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda) yang berkaki enam (tiga pasang); karena itulah mereka disebut  pula Hexapoda Serangga ditemukan di hampir semua lingkungan kecuali di lautan. Keluarga besar serangga (Insecta) dikelompokan kedalam 28 ordo yang masing-masing ordo memiliki ciri-ciri unik yang membedakan antar mereka, kelas (class) insecta terbagi menjadi dua subkelas (subclass) berdasarkan keberadaan organ sayap yang memiliki, yaitu subkelas Apterygota bagi serangga yang tidak memiliki sayap dan subkelas Apterygota bagi serangga.
       serangga yang memiliki sayap. Insekta atau serangga mempunyai spesies yang paling banyak jumlahnya di antara semua hewan. Jumlah spesies Insecta dapat mencapai 675.000 spesies. Hewan ini dapat hidup di dalam tanah, di darat, di udara, di air tawar atau sebagai  parasit pada tubuh makhluk hidup lain. Secara morfologi, tubuh serangga dewasa dapat dibedakan menjadi tiga  bagian utama. Ketiga bagian tubuh serangga dewasa adalah kepala(caput), dada (thorax), dan perut (abdomen). Caput merupakan sebuah konstruksi yang padat dan keras dan terdapat beberapa suture yang menurut teori evolusi caput tersebut terdiri dari empat ruas yang mengalami penyatuan. Torak terdiri dari tiga ruas yang jelas terlihat, sedangkan abdomen terdiri dari kurang lebih 9 ruas.
1.2. Tujuan
       Tujuan pada praktikum ini adalah untuk memahami dan mengetahui morfologi serangga secara umum dan secara khusus pada serangga yang dapat digunakan sebagai pembeda ordo.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian serangga
       Serangga (disebut  pula  Insecta) adalah  kelompok  utama  dari  hewan  beruas  (Arthropoda) yang  bertungkai  enam (tiga  pasang) karena  itulah  mereka  disebut  pula  Hexapoda (dari  bahasa  Yunani  yang  berarti  “berkaki enam”). Serangga  termasuk  kedalam  kelas  insekta (subfilum Uniramia) yang  dibagi  lagi  menjadi  29 ordo, antara  lain  Diptera (misalnya  lalat), Coleoptera (misalnya  kumbang), Hymenoptera (misalnya semut, lebah  dan  tabuhan) dan  memiliki  sayap. Serangga  merupakan  hewan  beruas  dengan  tingkat  adaptasi  yang  sangat  tinggi. ukuran  serangga  relatif  kecil  dan  pertama  kali  sukses  berkolonisasi  di  bumi (Pracaya, 2004).
2.2 Pembagian Kelompok Serangga
       Serangga atau insekta dikelompokkan menjadi dua sub kelas yaitu insekta tidak bersayap, Insekta ini dikelompokkan dalam sub kelas Apterygota dan insekta bersayap dikelompokkan dalam sub kelas Pterygota. (Rioardi, 2009)
Berdasarkan ordonya serangga dapat dibedakan menjadi beberapa Ordo, yaiyu sebagai berikut:
  1. Ordo Hemiptera (bangsa kepik) Ordo ini memiliki anggota yang sangat besar serta sebagian besar anggotanya  bertindak sebagai pemakan tumbuhan (baik nimfa maupun imago). Namun  beberapa di antaranya ada yang bersifat predator yang mingisap cairan tubuh serangga lain. Umumnya memiliki sayap dua pasang (beberapa spesies ada yang tidak bersayap). Sayap depan menebal pada bagian pangkal (basal) dan pada  bagian ujung membranus. Bentuk sayap tersebut disebut Hemelytra. Sayap belakang membranus dan sedikit lebih pendek daripada sayap depan. Pada bagian kepala dijumpai adanya sepasang antene, mata facet dan occeli. Tipe alat mulut  pencucuk pengisap yang terdiri atas moncong (rostum) dan dilengkapi dengan alat  pencucuk dan pengisap berupa stylet. Pada ordo Hemiptera, rostum tersebut muncul pada bagian anterior kepala (bagian ujung). Rostum tersebut beruas-ruas memanjang yang membungkus stylet. Pada alat mulut ini terbentuk dua saluran, yakni saluran makanan dan saluran ludah.
  2. Ordo Lepidoptera (bangsa kupu/ngengat) Dari ordo ini, hanya stadium larva (ulat) saja yang berpotensi sebagai hama, namun beberapa diantaranya ada yang predator. Serangga dewasa umumnya sebagai pemakan/pengisap madu atau nektar. Sayap terdiri dari dua pasang, membranus dan tertutup oleh sisik-sisik yang berwarna-warni. Pada kepala dijumpai adanya alat mulut seranga bertipe pengisap, sedang larvanya memiliki tipe penggigit. Pada serangga dewasa, alat mulut berupa tabung yang disebut  proboscis, palpus maxillaris dan mandibula biasanya mereduksi, tetapi palpus labialis berkembang sempurna.
  3. Ordo Diptera (bangsa lalat, nyamuk) Serangga anggota ordo Diptera meliputi serangga pemakan tumbuhan,  pengisap darah, predator dan parasitoid. Serangga dewasa hanya memiliki satu  pasang sayap di depan, sedang sayap belakang mereduksi menjadi alat keseimbangan berbentuk gada dan disebut halter. Pada kepalanya juga dijumpai adanya antene dan mata facet. Tipe alat mulut bervariasi, tergantung sub ordonya, tetapi umumnya memiliki tipe penjilat-pengisap, pengisap, atau pencucuk  pengisap.
  4. Ordo Hymenoptera (bangsa tawon, tabuhan, semut) Kebanyakan dari anggotanya bertindak sebagai predator/parasitoid pada serangga lain dan sebagian yang lain sebagai penyerbuk. Sayap terdiri dari dua  pasang dan membranus. Sayap depan umumnya lebih besar daripada sayap  belakang. Pada kepala dijumpai adanya antene (sepasang), mata facet dan occelli. Tipe alat mulut penggigit atau penggigit-pengisap yang dilengkapi flabellum sebagai alat pengisapnya.
2.3  Morfologi Serangga
       Serangga merupakan kelompok terbesar di dunia sehingga perlu dibahas terlebih dahulu secara umum, baik morfologi, pernapasan, perlindungan diri, makanan dan pencernaan, perkembangbiakan, dan pengelompokannya. Tujuannya untuk memudahkan dalam pengendalianya karena ada serangga yang berguna untuk manusia. Namun, banyak juga serangga yang menjadi hama dan merugikan manusia. Ukuran serangga beragam. Yang terkecil ukurannya kurang dari 0,25 mm, sedangkan yang terbesar mencapai 15-25 cm. berat rata-rata serangga tidak lebih dari 5,72 mg. sebagai contoh, berat lalat sekitar15-30 mg. sementara itu, berat rata-rata ulat dewasa 3,5 g.
       Toraks adalah bagian yang menghubungkan antara caput dan abdomen. Pada dasarnya tiap ruas toraks pada serangga dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
a. Prothorax : bagian depan dari thoraks dan sebagai tempat atau dudukan bagi sepasang tungkai depan.
b. Mesothorax : bagian tengah dari thorax dan sebagai tempat atau dudukan bagi sepasang tungkai tengah dan sepasang sayap depan.
c. Metathorax : bagian belakang dari thorax dan sebagai tempat atau dudukan bagi sepasang tungkai belakang dan sepasang sayap belakang (Pracaya, 2004).
Karena pada torak terdapat tiga pasang kaki dan dua atau satu pasang sayap (kecuali ordo Thysanura tidak bersayap). Torak bagian dorsal disebut notum (Pracaya, 2004).
      Abdomen serangga merupakan bagian tubuh yang memuat alat pencernaan, ekskresi, dan reproduksi. Abdomen serangga terdiri dari beberapa ruas, rata-rata 9-10 ruas. Bagian dorsal dan ventral mengalami sklerotisasi sedangkan bagian yang menghubungkannya berupa membran. Bagian dorsal yang mengalami sklerotisasi disebut tergit, bagian ventral disebut sternit, dan bagian ventral berupa membran disebut pleura. Perkembangan evolusi serangga menunjukkan adanya tanda-tanda bahwa evolusi menuju kepengurangan banyaknya ruas abdomen. Serangga betina dewasa yang tergolong apterygota, seperti Thysanura, memiliki ovipositor yang primitive dimana bentuknya terdiri dari dua pasang embelan yang terdapat pada bagian bawah ruas abdomen kedelapan dan kesembilan. Sesungguhnya, terdapat sejumlah serangga yang tidak memiliki ovipositor, dengan demikian serangga ini menggunakan cara lain untuk meletakkan telurnya. Jenis serangga tersebut terdapat dalam ordo Thysanoptera, Mecoptera, Lepidoptera, Coleoptera, dan Diptera. Serangga ini biasanya akan menggunakan abdomennya sebagai ovipositor. Beberapa spesies serangga dapat memanfaatkan abdomennya yang menyerupai teleskop sewaktu meletakkan telur-telurnya (Jumar, 2000).
  Tubuh serangga terdiri dari 3 bagian, yaitu :
a.       Kepala serangga terdiri dari 6 ruas (segmen). Di kepala tersebut terdapat mata, antena, dan mulut. Masing-masing penjelasannya sebagai berikut.
1)      Satu pasang mata majemuk yang terletak di kiri-kanan kepala. Mata majemuk terdiri dari beberapa puluhan atau ratusan bahakan ribuan kesatuan mata faset menyerupai lensa yang berbentuk heksogonal, tergantung dari jenis serangga. Serangga yang belum dewasa (larva atau nimfa) maupun yang telah dewasa terdapat mata ocellus (mata sedarhana). Mata ini berukuran kecil.
2)       Satu pasang antenna sebagai alat perasa. Dengan antenna, serangga dapat mengetahui keberadaan makanan, arah perjalanan, jodoh,  bahaya, dan dapat mengedakan hubungan dengan sesamanya.
3)      Mulut, ada beberapa macam mulut serangga menurut kegunaannya, yaitu:
a)       Sebagai alat untuk menggigit atau menguyah. Mulut tersebut  berfungsi agar bagian tanaman yang telah dikunya dapat terus ditelan. Mulut jenis ini terdapat pada ulat, jangkrik, dan belalang. Serangga yang memiliki mulut ini disebut serangga pengunyah atau pemamah.
b)      Sebagai alat untuk menyerap (absorb) Mulut jenis ini terdapat  pada lalat rumah.
c)      Sebagai alat untuk menusuk dan mengisap cairan tanaman. Alat sapi, kupu-kupu penusuk buah, dan thrips.
d)     Sebagai alat pengisap. Jenis mulut pengisap terdapat padakupu-kupu pengisap madu. 
b.      Dada (thorax) Dada merupakan tempat meletaknya (bersambungnya) kaki dan sayap. Dada serangga terdiri dari: prothorax, Mesothorax, dan metathorax. Setiap ruas dada serangga terdapat sepasang kaki. Namun, ada serangga muda yang sama sekali tidak memiliki kaki. Di lain pihak, ada pula seranggayang dalam tingkatan muda sudah punya 3 pasang kaki pada dadanya, bahkan ada tambahan 2-8 psang kaki yang lunak pada bagian perut. Kaki-kaki lunak tersebut disebut kaki semu. Kaki-kaki tersebut akan hilang setelah dewasa, misalnya pada ulat (caterpillar ).
       Serangga adalah binatang tidak bertulang belakang yang mempunyai sayap jumlah sayapnya bermacam-macam. Tidak ada serangga yang mempunyai sayap lebih dari dua pasang (empat sayap). Beberapa serangga hanya mempunyai sepasang sayap, misalnya lalat. Sering kali ada jenis serangga yang salah satu jenis kelaminnya mempunyai sayap.
c.       Perut (abdomen) Perut serangga terdiri dari 11 atau 12 ruas. Perut tidak mempunyai kaki seperti pada bagian dada. Ruas perut yang terakhir (ke-11) terdapat tambahan ruas yang disebut cercus (kata jamak cerci). Wujudnya berupa sepasang ruas yang sedarhana, menyerupai antenna. Cercus yang sangat  panjang menyerupai ekor. Cercus  yang panjang jumlahnya 2 atau 3, misalnya pada lalat sehari ( Ephemera varia Eaton). Ada pula cercus yang  berbentuk seperti catut (kakatau), misalnya pada cocopet (Dermaptera). Segmen perut yang ke-12 disebut telso atau periproct. Segmen tersebut tidak pernah ada tambahan (appendages). Pada telson terdapat lubang untuk buang kotoran (anus). Alat reproduksi betina terletak di antara ruas ketujuh dan kedelapan pada batas belakang ruang perut yang kesembilan yang terletak pada permukaan bawah (ventral). (Pracaya, 2008)


BAB III
METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat
       Praktikum Morfologi Serangga ini dilakukan pada hari Jumat tanggal 10 November 2016 di ruang FKIP Biologi UNIVERSITAS KAPUAS SINTANG.
3.2  Alat
       Alat yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu: buku tulis, bolpoin, penghapus, kantong plastik, alkohol70% jarum suntik, dan kaca pembesar.
3.3 Bahan
       Bahan yang digunakan pada praktikum berikut ini adalah seperti sebagai berikut yaitu: kepik, kupu-kupu, lalat, lebah, dan walang sangit.
 3.4. Cara Kerja
1.      Siapkan alat dan bahan praktikum.
2.      Letakkan bahan praktikum di atas meja, sebelum di keluarkan dari kantong, bahan tersebut di semprot dengan alkohol 70% yang telah di siapkan.
3.      Suntik bahan sampai mati kemudian amati morfologi seperti  kepala, dada, perut, dan sayap.
4.      Atur posisi bahan praktikum seperti lalat, kupu-kupu, lebah dan walang sangit hingga tampak bagian-bagian tubuhnya secara menyeluruh dan foto dari lateral dan catat di buku.
  1. Atur posisi kepik, kupu-kupu, lalat, lebah, dan walang sangit hingga tampak bagian-bagian tubuhnya secara menyeluruh. Kemudian foto dari bagian dorsal dan catat di buku.
  2. Sudah selesai praktikum rapikan kembali alat dan bahan serta ruangan.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1  Hasil
a. gambar Kepik
1
 
5
 
6
 
3
 
4
 
2
 

Keterangan:
  1. Antena
  2. Kepala
  3. Dada
  4. Kaki
  5. Perut
  6. Sayap
Klasifikasi:
Kerajaan          : Animalia
Filum               : Arthopoda
Kelas               : Insecta
Order               : Coleoptera
Keluarga          : Coccinellidae
Genus              : Hippodamia
Spesies            : Convergens
4.2 Pembahasan
       Pada bagian tubuh kepiq terdapat tiaga bagian yaitu bagian caput (kepala), thorak (dada), abdomen (perut). pada bagian kepala (caput) terdapat alat tambahan seperti satu pasang mata,satu pasang antena dan memiliki mulut. Pada bagian dada (thorak) terdapat alat tambahan seperti dua pasang sayap dan memilki tiga pasang kaki.
      Struktur mulutnya yang berbentuk seperti jarum. Sayap depan yang bagian pangkalnya keras seperti kulit, namun bagian belakangnya tipis seperti membran. Bagian yang beruas dari proboscis itu adalah labium, yang bertindak sebagai suatu selubung bagi empat stilet penusuk (dua mandibel dan dua maksilae). Maksilae bersama-sama cocok di dalam proboscis membentuk dua saluran, sebuah saluran makanan dan sebuah saluran air liur.Tidak ada palpus, walaupun struktur kecil seperti bergelambir yang jelas pada proboscis dari beberapa kepik akuatik yangdiperkirakan beberapa ahli sebagai palpus.
       kepik adalah contoh serangga dengan daur hidup metamorfosis tidak sempurna. Pada metamorfosis ini, telur akan menetas menjadi anakan yang bentuknya sudah menyerupai serangga dewasa, hanya sayap dan alat kelaminnya belum sempurna. Serangga ini dinamakan nimfa. Nimfa akan mengalami beberapa kali ganti kulit, pada ganti kulit terakhir akan keluar serangga dewasa yang memiliki sayap dan alat kelamin sempurna.





b. gambar Lalat
8
 
4
 
7
 
6
 
5
 
1
 
2
 
3
 
Keterangan:
1.      kepala
2.      Satu pasang mata
3.      Satu pasang antena
4.      Mulut
5.      dada
6.      Sepasang kaki
7.      Sepasang sayap
8.      Abdomen
    Klasifikasi:
Kingdom        :     Animalia
Sub kingdom  :     Invertebrata
Filum              :     Arthropoda
Kelas              :     Insecta
Ordo               :     Diptera
Familia           :     Muscidae
Genus             :     Musca
Spesies           :     Musca domestica


Pembahasan
     Pada lalat terdapat tiga bagian tubuh yaitu bagian caput, thorak,dan abdomen. Pada bagian caput (kepala) terdapat berbagai alat alat tambahan seperti memiliki satu pasang mata dan ada juga mejemuk, memiliki antena dan memiliki bentuk mulut penjilat. Ada sepasang sayap  pada bagian thorak (dada). Terdapat alat tambahan seperti Prothoraks (bagian depan), terdapat sepasang kaki jalan, Mesothoraks (bagian tengah), terdapat sepasang kaki jalan dan, Metathoraks (bagian belakang), terdapat sepasang kaki jalan. Pada bagian abdomen (perut) terdapat 5-9 ruas tubuh. Lalat memiliki Krakteristik seperti pada berikut:
1.      ukuran tubuh hampir sama dengan Musca domestica.
2.      memiliki warna tubuh hitam sampai kecoklatan dan mata berwarna mengkilap
3.      Ukuran dewasa 7-8 mm dengan 4 dorsal garis-garis hitam membujur di dada, 2 garis-garis tengah dipisahkan oleh daerah terkemuka dan perut pucat dengan daerah gelap hampir bulat.
4.      Kepalanya dengan belalai / puncak keras, ditarik, diproyeksikan ke depan dari bagian bawah kepala.
5.      Tipe mulutnya menghisap, yang digunakan untuk menghisap darah pada hewan ternak.


c.       Gambar kupu-kupu

Keterangan:
1.      Kepala
2.      dada
3.      Satu pasang mata
4.      Sepasang sayap
5.      Mulut
6.      2 pasang kaki
7.      Abdomen

Klasifikasi:
Filum     : Arthropoda Latreille
Kelas     : Insecta Linnaeus
Ordo      : Lepidotera Linnaeus
Famili    : Nymphalidae Rafinesque
Genus    : Hypolimnas Hübner
Spesies  : Hypolimnas bolina
Pembahasan
    Pada bagian tubuh kupu-kupu terdapat tiga bagian yaitu bagian kepala(caput),dada(thorak),abdomen(perut). Pada bagian kepala terdapat beberapa alat bantuan seperti memiliki satu pasang antenna  digunakan  untuk
indera penciuman dan keseimbangan. Kupu-kupu memiliki dua antenna dengan sedikit bola bundar di ujungnya. Senyawa mata, mata majemuk kupu-kupu terdiri dari banyak lensa hexagonal seperti mata majemuk serangga lainnya. Kepala adalah bagian dari serangga yang berisi otak,, dua mata majemuk, belalai dan faring (awal sistem pencernaan). Dua antennanya melekat pada kepala. sepasang mata, dan memiliki tipe mulut penghisap. Pada bagian dada terdapat dua pasang kaki yang digunakan untuk merayap dan memiliki satu pasang sayap yang dugunakan untuk terbang. Dan pada bagian abdomen terdapat 6 ruas.  Serangga umumnya berkembang biak dengan bertelur, yang diletakkan satu- satu maupun berkelompok, atau telur-telurnya diletakkan dalam suatu kotak bernama ooteka (contoh pada lipas dan belalang sembah). Serangga betina umumnya dilengkapi dengan ovipositor yaitu alat untuk meletakkan telur. Dari telur akan menetas menjadi larva, yang bentuknya sangat berbeda dengan serangga dewasa.  Setelah beberapa kali ganti kulit, larva akan berubah menjadi kepompong yang kemudian keluar sebagai serangga dewasa yang sempurna. Daur hidup yang melalui tahapan kepompong disebut metamorfosis sempurna. Kupu-kupu, lalat, dan kumbang adalah serangga yang mengalami metamorfosis sempurna.
       Kupu-kupu dewasa siap menghisap nektar dan cairan lainnya menggunakan spiral, belalai jerami seperti yang terletak di kepala mereka. Bila tidak digunakan, belalai yang melingkar seperti pipa selang taman. Kaki dan sayap melekat pada  perut tulang  kering. Tulang kering adalah lebih besar dari dua tulang di kaki dibawah lutut  dalam vertebrata.  Tarsus adalah kompleks kaki terhubung pada akhirtulang kering. Femur adalah tulang paha. Perut adalah area ekor tersegmentasi dari serangga yang berisi organ-organ vital seperti jantung, tabulus malphigi, organ reproduksi dan sebagian besar sistem pencernaan. Sayap belakang adalah dua sayap yang lebih rendah. Sayap depan adalah dua sayap atas. Outer margin adalah bagian luar dari sayap. Margin pesisir  memproyeksikan garis di sisi sayap kupu-kupu. Saraf memproyeksikan garis pada sayap. Sel adalah bagian dari sayap kupu-kupu  digariskan oleh vena sayap.

d.      Gambar walang sanget


Keterangan:
1.      kepala
2.      mata
3.      sepasang antena
4.      mulut
5.      dada
6.      2 pasang kaki
7.      Satu pasang sayap
8.      Abdomen
      Klasifikasi:
    Kingdom        : Animalia
    Phylum           : Arthropoda
    Kelas              : Insecta
    Ordo              : Hemiptera
    Famili             : Alydidae
    Genus             : Leptocorixa
    Spesies           : Acuta
    Author           : Thunberg


Pembahasan
       Pada tubuh walang sanget ini terdapat tiga bagian yaitu bagian kepal (caput), dada (thorak) dan perut (abdomen) pada ketiga bagian tersebut terdapat alat tambahan yang berbeda, yaitu Pada bagian kepala terdapat satu pasang mata, satu pasang antena dan memiliki tipe mulut penusuk dan penghisap. Pada bagian dada (thorak) memililki tiga pasang tungkai, serta memiliki tiga ruas pada kaki dan Serangga ini memiliki sayap depan yang keras, tebal dan tanpa vena. Sayap belakang bertipe membranus dan terlipat dibawah sayap dengan saat serangga istirahat. Tipe alat mulut yaitu penusuk penghisap dengan kemampuan mandibular berkembang dengan baik dalam bentuk parus yang biasanya beruas, dan ramping yang timbul di bagian depan kepala dan umumnya menjulur ke belakang sepanjang sisi ventral tubuh, kadang-kadang tepat di belakang dasar-dasar tungkai belakang. Bagian yang beruas dari mulut atau proborcis adalah labium yang bertindak sebagai suatu selubung bagi empat stilet penusuk yaitu dua mandibula dan dua maxilla.




e.       Gambar lebah
Keterangan :
1.      satu pasang mata
2.      satu pasang antena
3.      mulut
4.      sepasang sayap
5.      tungkai depan
6.      tunkai belakang
7.      abdomen
Klasifikasi :
Kingdom           :Animalia
Sub kingdom      :Invertebrata
Filum                  :Arthropoda
Kelas                  :Insecta
Ordo                   :Hymenoptera
Familia   :Apidae
Genus                :Apis
Spesies             :Apisindica
Pembahasan
            Pada bagian tubuh lebah terdapat tiga bagian yaitu bagian yaitu bagian kepala ,dada,   perut,pada tiga bagian tersebut terdapat alat tambahan yang berbeda. Pada bagian kepala tertdapat satu pasang mata,satu pasang antena dan memilki tipe mulut penghisap. Pada bagian dada terdapat satu pasang sayap,dan memiliki sepasang kaki yang digunakan untuk merayap pada kaki lebah terdapat 3 pasang ruasa. Pada bagian dada terdapat terdapat anus pada bagian ujujung abdomen.


BAB V
PENUTUP
5.1  Simpulan
       Serangga dibagi menjadi beberapa ordo, antara lain: Ordo Orthoptera (bangsa belalang), Ordo Hemiptera (bangsa kepik), Ordo Homoptera (wereng, dan kutu), Ordo Lepidoptera (bangsa kupu/ngengat), Ordo Diptera (bangsa lalat, nyamuk), Ordo Hymenoptera (bangsa tawon, tabuhan, semut), dan Ordo Odonata (bangsa Capung) - Secara umum bagian tubuh serangga berbagi menjadi 3 (tiga), yaitu kepala (head), dada (thorax), dan perut (abdomen). - Ciri-ciri umum serrangga adalah memiliki 2 pasang sayap yang di sayap pertama keras dan lapisan sayap ke dua membran(lembut), 3 pasang kaki di bagian dada (thorax), dan memiliki sepang antenna di kepala.


DAFTAR PUSTAKA
Borror, dkk. 1992.Pengenalan Pelajaran Serangga. Gajah Mada University     Press.Yogyakarta
Jumar. 2000. Entomologi Pertanian. Rineka Cipta. Jakarta.
Prabowo T. 2002. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Yogyakarta:
Kanisius. Pracaya. 2008. Hama Penyakit Tanaman (Edisi Revisi). Jakarta: Penebar  Swadaya.
T. Sembel Dantje. 2012. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Penerbit Andi, Yogyakarta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar