PENDAHULUAN
1.1
Tujuan
Adapun tujuan pada praktikum Entomologi yaitu untuk mengetahui dan memamahami keragaman arthropoda dan perbedaan
prinsip antara serangga dan arthropoda lainnya.
1.2 Landasan Teori
Arthropoda berasal dari bahasa Yunani,
yaitu arthro yang berarti ruas dan podos yang berarti kaki. Jadi, Arthropoda
berarti hewan yang kakinya beruas-ruas. Organisme yang tergolong filum
arthropoda memiliki kaki yang berbuku-buku. Hewan ini memiliki jumlah spesies
yang saat ini telah diketahui sekitar 900.000 spesies. Hewan yang tergolong
arthropoda hidup di darat sampai ketinggian 6.000 m, sedangkan yang hidup di
air dapat ditemukan sampai kedalaman 10.000 meter (Radiopoetro, 1996)
Arthropoda
adalah hewan dengan kaki beruas-ruas dengan sistem saraf tali dan organ tubuh
telah berkembang dengan baik. Tubuh artropoda terbagi atas segmen-segmen yang
berbeda dengan sistem peredaran darah terbuka. Contoh : laba-laba, lipan,
kalajengking, jangkrik, belalang, caplak, bangsat, kaki seribu, udang, lalat /
laler, kecoa. Ukuran tubuh Arthropoda sangat beragam, beberapa diantaranya
memiliki panjang lebih dari 60 cm., namun kebanyakan berukuran kecil. Begitu
pula dengan bentuk Arthropoda pun beragam . Hewan arthropoda memiliki bentuk
tubuh simetri bilateral, triploblastik selomata, dan tubuhnya bersegmen. Tubuh
ditutupi lapisan kutikula yang merupakan rangka luar (eksosketelon). Ketebalan
kutikula sangan bervariasi, tergantung dari spesies hewannya. Kutikula
dihasilkan oleh epidermis yang terdiri atas protein dan lapisan kitin. Pada
waktu serangga mengadakan pertumbuhan, kutikula akan mengalami pengelupasan (Radiopoetro,
1996)
Ciri-ciri umum dari antropoda antara lain mempunyai anggota yang beruas,
tubuhnya bilateral simetris terdiri atas sejumlah ruas-ruas, tubuh dibungkus
oleh zat kitin sehingga merupakan rangka luar, biasanya ruas-ruas terdapat
bagian-bagian yang tidak berkitin sehingga ruas-ruas tersebut mudah digerakkan,
sistem saraf berupa sistem saraf tangga tali, coelom pada hewan dewasa
adalah kecil dan merupakan satu rongga berisi darah dan disebut haemocoel.
Klasifikasi antropoda terdiri dari klas crustae, contoh: udang ; klas
onychophora, contoh : preparatus ; klas chilopoda, contoh : kelabang ; klas
diplopoda, contoh : kelemayar ; klas insecta, contoh : belalang ; klas
arachnoidae, contoh : laba-laba ; klas pauropoda, contoh : pauropus dan klas
symphyla, contoh : scutigerella (Radiopoetro, 1996)
Insekta
atau serangga merupakan spesies hewan yang jumlahnya paling dominan di antara
spesies hewan lainnya dalam Filum Arthropoda. Ekosistem alami memiliki
keseimbangan alami yang tetap terjaga, yaitu spesies berinteraksi satu sama
lain dan juga dengan lingkungan fisiknya. Masing masing spesies dalam suatu
komunitas mencapai status tertentu yang tetap untuk periode waktu tertentu dan
resisten terhadap perubahan (Rahadian dkk., 2009).
Serangga (disebut pula Insecta) adalah kelompok
utama dari hewan
beruas (Arthropoda) yang bertungkai
enam (tiga pasang) karena itulah
mereka disebut pula
Hexapoda (dari bahasa Yunani
yang berarti “berkaki enam”). Serangga termasuk
kedalam kelas insekta (subfilum Uniramia) yang dibagi
lagi menjadi 29 ordo, antara lain
Diptera (misalnya lalat),
Coleoptera (misalnya kumbang),
Hymenoptera (misalnya semut, lebah
dan tabuhan) dan memiliki
sayap. Serangga merupakan hewan
beruas dengan tingkat
adaptasi yang sangat
tinggi. ukuran serangga relatif
kecil dan pertama
kali sukses berkolonisasi
di bumi (Pracaya, 2004).
Ordo Orthoptera (bangsa belalang)
Sebagian anggotanya dikenal sebagai pemakan tumbuhan, namun ada beberapa di
antaranya yang bertindak sebagai predator pada serangga lain. Anggota dari ordo
ini umumnya memilki sayap dua pasang. Sayap depan lebih sempit dari pada sayap
belakang dengan vena-vena menebal/mengeras dan disebut tegmina. Sayap belakang
membranus dan melebar dengan vena-vena yang teratur. Pada waktu istirahat sayap
belakang melipat di bawah sayap depan. Alat-alat tambahan lain pada caput
antara lain : dua buah (sepasang) mata facet, sepasang antena, serta tiga buah
mata sederhana (occeli). Dua pasang sayap serta tiga pasang kaki terdapat pada
thorax. Pada segmen (ruas) pertama abdomen terdapat suatu membran alat
pendengar yang disebut tympanum. Spiralukum yang merupakan alat pernafasan luar
terdapat pada tiap-tiap segmen abdomen maupun thorax. Anus dan alat genetalia
luar dijumpai pada ujung abdomen (segmen terakhir abdomen). Ada mulutnya
bertipe penggigit dan penguyah yang memiliki bagian-bagian labrum, sepasang
mandibula, sepasang maxilla dengan masing-masing terdapat palpus maxillarisnya,
dan labium dengan palpus labialisnya (Jumar, 2000).
Bentuk dan ukuran antena pada setiap
jenis serangga berbeda beda. Beberapa bentuk antena tersebut adalah : filiform
yaitu bentuknya menyerupai benang dan pada setiap ruas mempunyai ukuran bentuk
silindris yang sama. Adapun fungsi antena pada setiap jenis serangga sangat
beragam, namun pada umumnya fungsi utama dari antena tersebut adalah sebagai alat
peraba dan pencium. pada bagian-bagian mulut serangga
diklasifikasikan menjadi dua tipe, yaitu : Mandibulata (pengunyah) dan
haustelata (penghisap), tipe alat mulut
pengunyah dan Mandibel bergerak secara transversal dari sisi ke sisi. Serangga
tersebut biasanya mampu menggigit dan mengunyah makanannya. Tipe mulut
penghisap memiliki bagian-bagian dengan bentuk seperti probosis yang memanjang
atau paruh dan melalui alat itu makanan cair dihisap. Tipe mulut penggigit
yaitu Mulut tipe penggigit dilengkapi dengan rahang atas dan bahwa yang sangat
kuat, contohnya mulut belalang dan jangkrik. Tipe mulut penusuk-penghisap yaitu
Mulut tipe penusuk-penghisap mempunyai rahang yang panjang dan runcing .
Contohnya nyamuk. Mulut penghisap yaitu Mulut tipe penusuk-penghisap dilengkapi
dengan alat seperti belalai panjang yang dapat digulung, contohnya mulut kupu
kupu. Dan Mulut penjilat yaitu Mulut tipe penjilat dilengkapi dengan alat untuk
menjilat. (Jumar, 2000).
METODE KERJA
2.1 Alat-alat
Adapun alat yang digunakan pada saat praktikum adalah sebagai berikut:
Alat tulis seperti buku dan bolpoin, kaca pembesar, dan alkohol 70 %.
2.2 Bahan-bahan
Bahan-bahan yang digunakan pada saat praktikum adalah sebagai berikut:
Laba-laba, Capung, Kumbang, Kaki seribu, Udang dan Belalang.
2.3 Cara Kerja
Adapun cara kerja pada pengamatan praktikum ini adalah:
1.
Siapkan terlebih dahulu alat dan bahan
yang akan digunakan pada praktikum tersebut.
2.
Sebelum diamati satu persatu terlebih
dahulu serangga dan atropoda disemprotkan menggunakan alkohol 70%.
3.
Kemudian amati perbedaan ciri-ciri
morfologi yang diidentifikasi.
4.
Setelah itu perbedaan ciri-ciri
morfologi yang diidentifikasi dicatat dibuku yang meliputi: pembagian tubuh
(dua atau tga bagian), alat tambahan yang tumbuh pada kepala (ada atau tidak)
dan jumlah pasang kaki.
5.
Kemudian setelah selesai praktikum
masing-masing alat dan bahan serta tempat dirapikan kembali.
HASIL
DAN PEMBHASAN
- HASIL
gambar belalang




|
|
|
|
|
|

|
a.
Keterangan:
1. Kepala
2. 1 pasang antenna
3. Mata
4. Kaki depan
5. Kaki bagian
tengah
6. 2 pasang
sayap
7. Kaki belakang untuk melompat
b.
Klasifikasi Belalang:
Kingdom : Animalia
Filum :
Arthropoda
Kelas
: Insecta
Ordo : Orthoptera
c. Deskripsi:
Pada hasil pengamatan praktikum
entomologi morfologi pada belalang, yaitu memiliki tiga bagian tubuh belalang
terdiri atas kepala, dada, dan perut. Dibagian kepala ada terdapat sepasang antena sebagai alat
tambahan yang berfungsi sebagai indra pembau. Selain antena, dibagian kepala
juga terdapat mata majemuk dan mulut. Mulut pada belalang terdiri atas
mandibula, maksila, dan labium. Dada terdiri dari tiga ruas dan dibagian dada
(toraks) terdapat 3 pasang kaki yang terdiri atas 1 pasang kaki yang berukuran
besar dan 2 pasang kaki yang berukuran kecil, kaki belakang belalang panjang
digunakan untuk melompat,kaki depan pendek digunakan untuk menahan mangsa dan
berjalan.
Setiap ujung kaki pada belalang terdapat seperti duri. Dibagian perut (abdomen)
terbagi atas 11 segmen, segmen terakhir berubah menjadi alat reproduksi, daerah ekor tersegmentasi dari belalang, yang berisi jantung, dan sebagian
besar sistem pencernaan.
.
Belalang memiliki sayap yang menutupi bagian atas perut (abdomen). Spirakel adalah serangkaian lubang yang terletak di sepanjang kedua sisi
perut, digunakan untuk bernafas. Thorax terletak pada daerah tengah tubuh
belalang, dimana kaki dan sayap yang terpasang. Habitat belalang adalah di padang pasir
dengan makanan utamanya adalah rerumputan. Belalang merupakan salah satu contoh
hewan dari kelas insecta dalam filum arthropoda.
|
|
|


Gambar Capung
|
|
|
|
|



- Keterangan:
1.
Sayap
2.
Kaki untuk melompat
3.
Ruas Tubuh
4.
Ekor
5.
Mata
6.
Mulut
7.
Dada
8.
Kaki untuk merayap
b.
Klasifkasi:
Kingdom :Animalia
Filum :Arthropoda
Kelas :Insecta
Ordo :Neuroptera
c.
Deskripsi:
Adapun morfologi dari capung yaitu
mempunyai tiga bagian tubuh seperti kepala, dada dan abdomen. Di bagian kepala
capung memiliki mata yang mampu melihat ke segala arah dengan dilengkapi mata
majemuk, bulu halus menyerupai antena serta tipe mulut mandibulata. Toraks
relatif kecil, Capung memiliki tungkai relatif pendek yang merupakan bentuk
adaptasi untuk hinggap, menangkap dan menahan mangsa. Memiliki sayap memanjang
untuk terbang. Abdomen berbentuk memanjang agak silindris, terdiri dari
beberapa ruas, meruncing ke ujung. yang bersifat fleksibel. Ruas pertama sampai
kedelapan terdapat spirakel sebagai alat bantu pernafasan bagi capung. Ukuran
abdomen pada ruas pertama, kedua, kedelapan, dan kesepuluh lebih pendek
daripada ruas lain Capung juga memiliki tiga jumlah pasang dibagian dada nya.
Bagian ujung ekor disebut telson uropoda.
|




|
|
|
|
|

- Keterangan:
1. Flagella
2. Rostrum
3. Kaki
untuk berjalan
4. Antena
5. Kepala
6. Somite
(ruas tubuh)
7. Kaki
untuk berenang
8. Telson
9. Uropoda
b.
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Malacostraca
Ordo : Decapoda
c.
Deskrripsi:
Pada hasil pengamatan praktikum
entomologi morfologi pada udang, yaitu memiliki tiga bagian tubuh belalang
terdiri atas kepala, dada, dan perut(abdomen). Bagian kepala menyatu dengan
bagian dada disebut cephalotorax yang terdiri
dari 13 ruas, yaitu 5 ruas di bagian kepala dan 8 ruas di bagian dada.
Bagian badan dan abdomen terdiri dari 6 ruas, tiap-tiap ruas (segmen) mempunyai
sepasang anggota badan (kaki renang) yang beruas-ruas pula. Pada ujung ruas
keenam terdapat ekor kipas 4 lembar dan satu telson yang berbentuk runcing.
udang memiliki sepasang mata majemuk bertangkai, mulutnya terletak pada bagian bawah kepala dengan
rahang yang kuat. Terdapat sepasang sungut besar atau antenna dan dua pasang
sangat kecil atau antennula. Udang juga memiliki sepasang sirip kepala. Untuk
alat gerak udang memiliki lima pasang kaki jalan, dan kaki bagian nya untuk
berenang. kaki renang mengalami perubahan bentuk menjadi ekor kipas (uropoda).
Di antara ekor kipas terdapat ekor yang meruncing pada bagian ujungnya yang
disebut telson. Habitat udang adalah di air tawar, air laut, danau, air sungai,
kali, empang, teluk, dan sebagainya.
|
Gambar Kumbang



|
|
|
|
|
|


|
- Keterangan:
1.
Sayap
2.
Kaki untuk melompat
3.
Kepala
4.
Antena
5.
Mulut
6.
Dada
7.
Mata
8.
Ruas pada kaki
b. Klasifikasi:
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Coleoptera
c.
Deskripsi:
Ordo Coleoptera di Indonesia dinamakan
kumbang. Kumbang adalah salah satu binatang yang memiliki penampilan seperti
kebanyakan spesies serangga. Ordo Coleoptera, diambil dari kata coeleos yang
berarti seludang dan pteron yang berarti sayap, maka dapat disimpulkan
Coleoptera adalah serangga yang memiliki seludang pada sayapnya. Empat puluh
persen dari seluruh spesies serangga adalah kumbang (sekitar 350,000 spesies),
dan spesies baru masih sering ditemukan. Perkiraan memperkirkan total jumlah
spesies, yang diuraikan dan tidak diuraikan, antara 5 dan 8 juta.
Adapun morfologi dari capung yaitu
mempunyai tiga bagian tubuh seperti kepala, dada dan abdomen. Tipe mulut
kumbang yaitu tipe penggigit dan pengunyah, kumbang juga memiliki kepala yang
bebas dan kadang memanjang ke depan atau ke bawah sehingga berubah menjadi
moncong. Kumbang memiliki mata majemuk (facet) besar, tanpa mata tunggal
(ocellus). Abdomen memiliki 10 ruas dan pada daerah sternum ruas-ruas ersebut
tidak semua terlihat. Kumbang juga memiliki antena yang kecil sebagai alat
tambahan dikepala. Pada kumbang jantan, protoraks dan mandibula kerapkali
membesar dan digunakan unuk berkelahi. Kumbang memiliki sayap depan yang keras,
tebal dan merupakan penutup bagi sayap belakang dan tubuhnya. Sayap depan
disebut elitron. Ketika terbang sayap depan kumbang tidak berfungsi hanya sayap
belakang yang digunakan untuk terbang. Sayap belakang berupa selaputdan pada
waktu istirahat dilipat dibawah elitra. Tipe mulut kumbang yaitu tipe penggigit
dan pengunyah, kumbang juga memiliki kepala yang bebas dan kadang memanjang ke
depan atau ke bawah sehingga berubah menjadi moncong.
|
Gambar Laba-laba
|
|
|
|




|
||||
|
||||
a.
Keterangan:
1.
Perut
2.
Ruas kaki
3.
Leher
4.
Mata
5.
Kaki untuk merayap
6.
Mulut
7.
Antena
b.
Klasifikasi:
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Arachnida
Ordo : Araneae
- Deskripsi:
Laba-laba, atau disebut juga
labah-labah, adalah sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda) dengan dua segmen
tubuh, empat pasang kaki, tak bersayap dan tak memiliki mulut pengunyah. Semua
jenis laba-laba digolongkan ke dalam ordo Araneae; dan bersama dengan
kalajengking, ketonggeng, tungau semuanya berkaki delapan dimasukkan ke dalam
kelas Arachnida. Bidang studi mengenai laba-laba disebut arachnologi. Laba-laba
merupakan hewan pemangsa (karnivora), bahkan kadang-kadang kanibal. Mangsa
utamanya adalah serangga.
Pada pengamatan praktikum entomologi,
morfologi laba-laba tak seperti serangga yang memiliki tiga bagian tubuh,
laba-laba hanya memiliki dua. Segmen bagian depan disebut cephalothorax, yang
sebetulnya merupakan gabungan dari kepala dan dada (thorax). Sedangkan segmen
bagian belakang disebut abdomen (perut). Mata pada laba-laba umumnya merupakan
mata tunggal (mata berlensa tunggal), dan bukan mata majemuk seperti pada
serangga. Pada cephalothorax melekat empat pasang kaki, dan satu sampai empat
pasang mata. Selain sepasang rahang bertaring besar. Laba-laba tidak memiliki
mulut atau gigi untuk mengunyah. Sebagai gantinya, mulut laba-laba berupa alat
pengisap untuk menyedot cairan tubuh mangsanya.
Gambar
ulat kaki seribu
|
|
|
|
|





|
|||
|
|||
- Keterangan:
1.
Kepala
2.
Antena
3.
Mulut
4.
Dua pasang kaki setiap segmen Tubuh
5.
Segmen anal
6.
Segmen punggung
7.
Leher
b.
Klasifikasi:
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Classis : Myriapoda
Ordo : Diplopoda
c.
Deskripsi:
Pada pengamatan praktikum entomologi,
tentang ulat kaki seribu yaitu memiliki kepala. Bagian tambahan pada kepala
yaitu antena kecil yang tidak jauh berada didekat mata. Tubuhnya bulat panjang
dan memiliki sekat pada tiap tubuhnya. Mulutnya terdiri dari dua pasang maksila
dan bibir bawah. Pada tiap segmen tubuhnya terdapat dua pasang kaki dan dua
pasang spirakel. Diplopoda tidak memiliki cakar beracun karenanya hewan ini
bersifat hebivora atau pemakan sisa organisme. Gerakkan segmen punggung pada hewan ini lambat dengan
kaki yang bergerak seperti gelombang.Bila terganggu hewan ini akan
menggulungkan tubuhnya dan pura-pura mati.
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan pada praktikum ini
adalah yang termasuk kedalam morfologi pembagian tubuh arthropoda terdiri atas
caput (kepala), toraks(dada), dan abdomen (perut) yang bersegmen-segmen. Sebagian
anggotanya dikenal sebagai pemakan tumbuhan, namun ada beberapa di antaranya
yang bertindak sebagai predator pada serangga lain. Anggota dari ordo ini
umumnya memilki sayap dua pasang. Sayap depan lebih sempit dari pada sayap
belakang dengan vena-vena menebal/mengeras dan disebut tegmina. Alat-alat
tambahan lain pada caput antara lain : dua buah (sepasang) mata facet, sepasang
antena, serta tiga buah mata sederhana (occeli). Dan jumlah pasang kaki berbeda
–beda beserta kegunaan nya juga berbeda.
DAFTAR PUSTAKA
Jumar, 2000. Entomologi Pertanian. Rineka Cipta. Jakarta.
Radiopoetro, 1996. Zoologi. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Rahadian dkk.,
2009. Keanekaragaman Arthropoda Di Gudang
Beras. Jurnal HPT Vol. 03 No.02.
Pracaya. 2004. Hama dan Penyakit Tanaman. Penebar Swadaya. Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar