winani.biologi

Jumat, 06 Januari 2017

laporan praktikum Entomologi



PENDAHULUAN
1.1  Tujuan
       Adapun tujuan pada praktikum Entomologi yaitu untuk mengetahui dan  memamahami keragaman arthropoda dan perbedaan prinsip antara serangga dan arthropoda lainnya.
1.2  Landasan Teori
        Arthropoda berasal dari bahasa Yunani, yaitu arthro yang berarti ruas dan podos yang berarti kaki. Jadi, Arthropoda berarti hewan yang kakinya beruas-ruas. Organisme yang tergolong filum arthropoda memiliki kaki yang berbuku-buku. Hewan ini memiliki jumlah spesies yang saat ini telah diketahui sekitar 900.000 spesies. Hewan yang tergolong arthropoda hidup di darat sampai ketinggian 6.000 m, sedangkan yang hidup di air dapat ditemukan sampai kedalaman 10.000 meter (Radiopoetro, 1996)
      Arthropoda adalah hewan dengan kaki beruas-ruas dengan sistem saraf tali dan organ tubuh telah berkembang dengan baik. Tubuh artropoda terbagi atas segmen-segmen yang berbeda dengan sistem peredaran darah terbuka. Contoh : laba-laba, lipan, kalajengking, jangkrik, belalang, caplak, bangsat, kaki seribu, udang, lalat / laler, kecoa. Ukuran tubuh Arthropoda sangat beragam, beberapa diantaranya memiliki panjang lebih dari 60 cm., namun kebanyakan berukuran kecil. Begitu pula dengan bentuk Arthropoda pun beragam . Hewan arthropoda memiliki bentuk tubuh simetri bilateral, triploblastik selomata, dan tubuhnya bersegmen. Tubuh ditutupi lapisan kutikula yang merupakan rangka luar (eksosketelon). Ketebalan kutikula sangan bervariasi, tergantung dari spesies hewannya. Kutikula dihasilkan oleh epidermis yang terdiri atas protein dan lapisan kitin. Pada waktu serangga mengadakan pertumbuhan, kutikula akan mengalami pengelupasan (Radiopoetro, 1996)
       Ciri-ciri umum dari antropoda antara lain mempunyai anggota yang beruas, tubuhnya bilateral simetris terdiri atas sejumlah ruas-ruas, tubuh dibungkus oleh zat kitin sehingga merupakan rangka luar, biasanya ruas-ruas terdapat bagian-bagian yang tidak berkitin sehingga ruas-ruas tersebut mudah digerakkan, sistem saraf berupa sistem saraf tangga tali, coelom  pada hewan dewasa adalah kecil dan merupakan satu rongga berisi darah dan disebut haemocoel. Klasifikasi antropoda terdiri dari klas crustae, contoh: udang ; klas onychophora, contoh : preparatus ; klas chilopoda, contoh : kelabang ; klas diplopoda, contoh : kelemayar ; klas insecta, contoh : belalang ; klas arachnoidae, contoh : laba-laba ; klas pauropoda, contoh : pauropus dan klas symphyla, contoh : scutigerella (Radiopoetro, 1996)
      Insekta atau serangga merupakan spesies hewan yang jumlahnya paling dominan di antara spesies hewan lainnya dalam Filum Arthropoda. Ekosistem alami memiliki keseimbangan alami yang tetap terjaga, yaitu spesies berinteraksi satu sama lain dan juga dengan lingkungan fisiknya. Masing masing spesies dalam suatu komunitas mencapai status tertentu yang tetap untuk periode waktu tertentu dan resisten terhadap perubahan (Rahadian dkk., 2009).
       Serangga (disebut  pula  Insecta) adalah  kelompok  utama  dari  hewan  beruas  (Arthropoda) yang  bertungkai  enam (tiga  pasang) karena  itulah  mereka  disebut  pula  Hexapoda (dari  bahasa  Yunani  yang  berarti  “berkaki enam”). Serangga  termasuk  kedalam  kelas  insekta (subfilum Uniramia) yang  dibagi  lagi  menjadi  29 ordo, antara  lain  Diptera (misalnya  lalat), Coleoptera (misalnya  kumbang), Hymenoptera (misalnya semut, lebah  dan  tabuhan) dan  memiliki  sayap. Serangga  merupakan  hewan  beruas  dengan  tingkat  adaptasi  yang  sangat  tinggi. ukuran  serangga  relatif  kecil  dan  pertama  kali  sukses  berkolonisasi  di  bumi (Pracaya, 2004).
       Ordo Orthoptera  (bangsa belalang) Sebagian anggotanya dikenal sebagai pemakan tumbuhan, namun ada beberapa di antaranya yang bertindak sebagai predator pada serangga lain. Anggota dari ordo ini umumnya memilki sayap dua pasang. Sayap depan lebih sempit dari pada sayap belakang dengan vena-vena menebal/mengeras dan disebut tegmina. Sayap belakang membranus dan melebar dengan vena-vena yang teratur. Pada waktu istirahat sayap belakang melipat di bawah sayap depan. Alat-alat tambahan lain pada caput antara lain : dua buah (sepasang) mata facet, sepasang antena, serta tiga buah mata sederhana (occeli). Dua pasang sayap serta tiga pasang kaki terdapat pada thorax. Pada segmen (ruas) pertama abdomen terdapat suatu membran alat pendengar yang disebut tympanum. Spiralukum yang merupakan alat pernafasan luar terdapat pada tiap-tiap segmen abdomen maupun thorax. Anus dan alat genetalia luar dijumpai pada ujung abdomen (segmen terakhir abdomen). Ada mulutnya bertipe penggigit dan penguyah yang memiliki bagian-bagian labrum, sepasang mandibula, sepasang maxilla dengan masing-masing terdapat palpus maxillarisnya, dan labium dengan palpus labialisnya (Jumar, 2000). 
Bentuk dan ukuran antena pada setiap jenis serangga berbeda beda. Beberapa bentuk antena tersebut adalah : filiform yaitu bentuknya menyerupai benang dan pada setiap ruas mempunyai ukuran bentuk silindris yang sama. Adapun fungsi antena pada setiap jenis serangga sangat beragam, namun pada umumnya fungsi utama dari antena tersebut adalah sebagai alat peraba dan pencium. pada bagian-bagian mulut serangga diklasifikasikan menjadi dua tipe, yaitu :  Mandibulata (pengunyah) dan haustelata (penghisap), tipe alat mulut pengunyah dan  Mandibel bergerak secara transversal dari sisi ke sisi. Serangga tersebut biasanya mampu menggigit dan mengunyah makanannya. Tipe mulut penghisap memiliki bagian-bagian dengan bentuk seperti probosis yang memanjang atau paruh dan melalui alat itu makanan cair dihisap. Tipe mulut penggigit yaitu Mulut tipe penggigit dilengkapi dengan rahang atas dan bahwa yang sangat kuat, contohnya mulut belalang dan jangkrik. Tipe mulut penusuk-penghisap yaitu Mulut tipe penusuk-penghisap mempunyai rahang yang panjang dan runcing . Contohnya nyamuk. Mulut penghisap yaitu Mulut tipe penusuk-penghisap dilengkapi dengan alat seperti belalai panjang yang dapat digulung, contohnya mulut kupu kupu. Dan Mulut penjilat yaitu Mulut tipe penjilat dilengkapi dengan alat untuk menjilat.  (Jumar, 2000).



METODE KERJA

2.1  Alat-alat
       Adapun alat yang digunakan pada saat praktikum adalah sebagai berikut: Alat tulis seperti buku dan bolpoin, kaca pembesar, dan alkohol 70 %.
2.2  Bahan-bahan
       Bahan-bahan yang digunakan pada saat praktikum adalah sebagai berikut: Laba-laba, Capung, Kumbang, Kaki seribu, Udang dan Belalang.
2.3  Cara Kerja
       Adapun cara kerja pada pengamatan praktikum ini adalah:
1.      Siapkan terlebih dahulu alat dan bahan yang akan digunakan pada praktikum tersebut.
2.      Sebelum diamati satu persatu terlebih dahulu serangga dan atropoda disemprotkan menggunakan alkohol 70%.
3.      Kemudian amati perbedaan ciri-ciri morfologi yang diidentifikasi.
4.      Setelah itu perbedaan ciri-ciri morfologi yang diidentifikasi dicatat dibuku yang meliputi: pembagian tubuh (dua atau tga bagian), alat tambahan yang tumbuh pada kepala (ada atau tidak) dan jumlah pasang kaki.
5.      Kemudian setelah selesai praktikum masing-masing alat dan bahan serta tempat dirapikan kembali.



HASIL DAN PEMBHASAN
  1. HASIL
gambar belalang
4
 
1
 
3
 
7
 
2
 
6
 




5
 
 


a.       Keterangan:
1.      Kepala
2.      1 pasang antenna
3.      Mata
4.      Kaki depan
5.      Kaki bagian tengah
6.      2 pasang sayap
7.       Kaki belakang untuk melompat

b.      Klasifikasi Belalang:
Kingdom         : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas               : Insecta
Ordo                : Orthoptera
c.       Deskripsi:
       Pada hasil pengamatan praktikum entomologi morfologi pada belalang, yaitu memiliki tiga bagian tubuh belalang terdiri atas kepala, dada, dan perut. Dibagian kepala  ada terdapat sepasang antena sebagai alat tambahan yang berfungsi sebagai indra pembau. Selain antena, dibagian kepala juga terdapat mata majemuk dan mulut. Mulut pada belalang terdiri atas mandibula, maksila, dan labium. Dada terdiri dari tiga ruas dan dibagian dada (toraks) terdapat 3 pasang kaki yang terdiri atas 1 pasang kaki yang berukuran besar dan 2 pasang kaki yang berukuran kecil, kaki belakang belalang  panjang digunakan untuk melompat,kaki depan pendek digunakan untuk menahan mangsa dan berjalan. Setiap ujung kaki pada belalang terdapat seperti duri. Dibagian perut (abdomen) terbagi atas 11 segmen, segmen terakhir berubah menjadi alat reproduksi, daerah ekor tersegmentasi dari belalang, yang berisi jantung, dan sebagian besar sistem  pencernaan. . Belalang memiliki sayap yang menutupi bagian atas perut (abdomen). Spirakel adalah serangkaian lubang yang terletak di sepanjang kedua sisi perut, digunakan untuk bernafas. Thorax terletak pada daerah tengah tubuh belalang, dimana kaki dan sayap yang terpasang.  Habitat belalang adalah di padang pasir dengan makanan utamanya adalah rerumputan. Belalang merupakan salah satu contoh hewan dari kelas insecta dalam filum arthropoda.







5
 
2
 
1
 
Gambar Capung
8
 
7
 
6
 
4
 
3
 


  1. Keterangan:
1.         Sayap
2.         Kaki untuk melompat
3.         Ruas Tubuh
4.         Ekor
5.         Mata
6.         Mulut
7.         Dada
8.         Kaki untuk merayap

b.      Klasifkasi:
Kingdom         :Animalia
Filum               :Arthropoda
Kelas               :Insecta
Ordo                :Neuroptera




c.       Deskripsi:
       Adapun morfologi dari capung yaitu mempunyai tiga bagian tubuh seperti kepala, dada dan abdomen. Di bagian kepala capung memiliki mata yang mampu melihat ke segala arah dengan dilengkapi mata majemuk, bulu halus menyerupai antena serta tipe mulut mandibulata. Toraks relatif kecil, Capung memiliki tungkai relatif pendek yang merupakan bentuk adaptasi untuk hinggap, menangkap dan menahan mangsa. Memiliki sayap memanjang untuk terbang. Abdomen berbentuk memanjang agak silindris, terdiri dari beberapa ruas, meruncing ke ujung. yang bersifat fleksibel. Ruas pertama sampai kedelapan terdapat spirakel sebagai alat bantu pernafasan bagi capung. Ukuran abdomen pada ruas pertama, kedua, kedelapan, dan kesepuluh lebih pendek daripada ruas lain Capung juga memiliki tiga jumlah pasang dibagian dada nya. Bagian ujung ekor disebut telson uropoda.







2
 
Gambar Udang
7
 
8
 
6
 
3
 
5
 



  1. Keterangan:
1.      Flagella
2.      Rostrum
3.      Kaki untuk berjalan
4.      Antena
5.      Kepala
6.      Somite (ruas tubuh)
7.      Kaki untuk berenang
8.      Telson
9.      Uropoda
b.       Klasifikasi      :
Kingdom       : Animalia
Filum             : Arthropoda
Kelas             : Malacostraca
Ordo             : Decapoda

c.       Deskrripsi:
       Pada hasil pengamatan praktikum entomologi morfologi pada udang, yaitu memiliki tiga bagian tubuh belalang terdiri atas kepala, dada, dan perut(abdomen). Bagian kepala menyatu dengan bagian dada disebut cephalotorax yang terdiri  dari 13 ruas, yaitu 5 ruas di bagian kepala dan 8 ruas di bagian dada. Bagian badan dan abdomen terdiri dari 6 ruas, tiap-tiap ruas (segmen) mempunyai sepasang anggota badan (kaki renang) yang beruas-ruas pula. Pada ujung ruas keenam terdapat ekor kipas 4 lembar dan satu telson yang berbentuk runcing. udang memiliki sepasang mata majemuk bertangkai, mulutnya  terletak pada bagian bawah kepala dengan rahang yang kuat. Terdapat sepasang sungut besar atau antenna dan dua pasang sangat kecil atau antennula. Udang juga memiliki sepasang sirip kepala. Untuk alat gerak udang memiliki lima pasang kaki jalan, dan kaki bagian nya untuk berenang. kaki renang mengalami perubahan bentuk menjadi ekor kipas (uropoda). Di antara ekor kipas terdapat ekor yang meruncing pada bagian ujungnya yang disebut telson. Habitat udang adalah di air tawar, air laut, danau, air sungai, kali, empang, teluk, dan sebagainya.



1
 
Gambar Kumbang
4
 
6
 
7
 
8
 
3
 
2
 



5
 
 

  1. Keterangan:
1.        Sayap
2.        Kaki untuk melompat
3.        Kepala
4.        Antena
5.        Mulut
6.        Dada
7.        Mata
8.        Ruas pada kaki




b.      Klasifikasi:
            Kingdom         : Animalia
Filum               : Arthropoda
Kelas               : Insecta
Ordo                : Coleoptera
c.       Deskripsi:
       Ordo Coleoptera di Indonesia dinamakan kumbang. Kumbang adalah salah satu binatang yang memiliki penampilan seperti kebanyakan spesies serangga. Ordo Coleoptera, diambil dari kata coeleos yang berarti seludang dan pteron yang berarti sayap, maka dapat disimpulkan Coleoptera adalah serangga yang memiliki seludang pada sayapnya. Empat puluh persen dari seluruh spesies serangga adalah kumbang (sekitar 350,000 spesies), dan spesies baru masih sering ditemukan. Perkiraan memperkirkan total jumlah spesies, yang diuraikan dan tidak diuraikan, antara 5 dan 8 juta.
       Adapun morfologi dari capung yaitu mempunyai tiga bagian tubuh seperti kepala, dada dan abdomen. Tipe mulut kumbang yaitu tipe penggigit dan pengunyah, kumbang juga memiliki kepala yang bebas dan kadang memanjang ke depan atau ke bawah sehingga berubah menjadi moncong. Kumbang memiliki mata majemuk (facet) besar, tanpa mata tunggal (ocellus). Abdomen memiliki 10 ruas dan pada daerah sternum ruas-ruas ersebut tidak semua terlihat. Kumbang juga memiliki antena yang kecil sebagai alat tambahan dikepala. Pada kumbang jantan, protoraks dan mandibula kerapkali membesar dan digunakan unuk berkelahi. Kumbang memiliki sayap depan yang keras, tebal dan merupakan penutup bagi sayap belakang dan tubuhnya. Sayap depan disebut elitron. Ketika terbang sayap depan kumbang tidak berfungsi hanya sayap belakang yang digunakan untuk terbang. Sayap belakang berupa selaputdan pada waktu istirahat dilipat dibawah elitra. Tipe mulut kumbang yaitu tipe penggigit dan pengunyah, kumbang juga memiliki kepala yang bebas dan kadang memanjang ke depan atau ke bawah sehingga berubah menjadi moncong.
1
 
Gambar Laba-laba
6
 
7
 
3
 
2
 








4
 

5
 

 


a.       Keterangan:
1.        Perut
2.        Ruas kaki
3.        Leher
4.        Mata
5.        Kaki untuk merayap
6.        Mulut
7.        Antena
b.      Klasifikasi:
Kingdom           : Animalia
Filum                 : Arthropoda
Kelas                  : Arachnida
Ordo                  : Araneae




  1. Deskripsi:
       Laba-laba, atau disebut juga labah-labah, adalah sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda) dengan dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak bersayap dan tak memiliki mulut pengunyah. Semua jenis laba-laba digolongkan ke dalam ordo Araneae; dan bersama dengan kalajengking, ketonggeng, tungau semuanya berkaki delapan dimasukkan ke dalam kelas Arachnida. Bidang studi mengenai laba-laba disebut arachnologi. Laba-laba merupakan hewan pemangsa (karnivora), bahkan kadang-kadang kanibal. Mangsa utamanya adalah serangga.
       Pada pengamatan praktikum entomologi, morfologi laba-laba tak seperti serangga yang memiliki tiga bagian tubuh, laba-laba hanya memiliki dua. Segmen bagian depan disebut cephalothorax, yang sebetulnya merupakan gabungan dari kepala dan dada (thorax). Sedangkan segmen bagian belakang disebut abdomen (perut). Mata pada laba-laba umumnya merupakan mata tunggal (mata berlensa tunggal), dan bukan mata majemuk seperti pada serangga. Pada cephalothorax melekat empat pasang kaki, dan satu sampai empat pasang mata. Selain sepasang rahang bertaring besar. Laba-laba tidak memiliki mulut atau gigi untuk mengunyah. Sebagai gantinya, mulut laba-laba berupa alat pengisap untuk menyedot cairan tubuh mangsanya.









Gambar ulat kaki seribu


2
 
5
 
6
 
7
 
1
 







3
 


4
 

 

  1. Keterangan:
1.         Kepala
2.         Antena
3.         Mulut
4.         Dua pasang kaki setiap segmen Tubuh
5.         Segmen anal
6.         Segmen punggung
7.         Leher
b.      Klasifikasi:
Kingdom               : Animalia
Phylum                  : Arthropoda
Classis                   : Myriapoda
Ordo                      : Diplopoda


c.       Deskripsi:
       Pada pengamatan praktikum entomologi, tentang ulat kaki seribu yaitu memiliki kepala. Bagian tambahan pada kepala yaitu antena kecil yang tidak jauh berada didekat mata. Tubuhnya bulat panjang dan memiliki sekat pada tiap tubuhnya. Mulutnya terdiri dari dua pasang maksila dan bibir bawah. Pada tiap segmen tubuhnya terdapat dua pasang kaki dan dua pasang spirakel. Diplopoda tidak memiliki cakar beracun karenanya hewan ini bersifat hebivora atau pemakan sisa organisme. Gerakkan  segmen punggung pada hewan ini lambat dengan kaki yang bergerak seperti gelombang.Bila terganggu hewan ini akan menggulungkan tubuhnya dan pura-pura mati.


KESIMPULAN
       Adapun kesimpulan pada praktikum ini adalah yang termasuk kedalam morfologi pembagian tubuh arthropoda terdiri atas caput (kepala), toraks(dada), dan abdomen (perut) yang bersegmen-segmen. Sebagian anggotanya dikenal sebagai pemakan tumbuhan, namun ada beberapa di antaranya yang bertindak sebagai predator pada serangga lain. Anggota dari ordo ini umumnya memilki sayap dua pasang. Sayap depan lebih sempit dari pada sayap belakang dengan vena-vena menebal/mengeras dan disebut tegmina. Alat-alat tambahan lain pada caput antara lain : dua buah (sepasang) mata facet, sepasang antena, serta tiga buah mata sederhana (occeli). Dan jumlah pasang kaki berbeda –beda beserta kegunaan nya juga berbeda.


DAFTAR PUSTAKA
Jumar, 2000. Entomologi Pertanian. Rineka Cipta. Jakarta.
Radiopoetro, 1996. Zoologi. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Rahadian dkk., 2009. Keanekaragaman Arthropoda Di Gudang Beras. Jurnal HPT Vol. 03 No.02.
Pracaya. 2004. Hama dan Penyakit Tanaman. Penebar Swadaya. Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar